Suara Jokowi di Makassar Tak Sesukses Dua Parpol Pengusungnya? | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Suara Jokowi di Makassar Tak Sesukses Dua Parpol Pengusungnya?

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Hasil rekapitulasi suara sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar menempatkan dua parpol pengusung capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf menjadi parpol peraih suara terbanyak di Pileg 2019.

Kedua parpol tersebut, yakni Partai NasDem dan PDIP. Keduanya sama-sama meraih enam kursi di parlemen Makassar.

Bahkan NasDem dipastikan berhasil menumbangkan Golkar di posisi teratas  partai peraih suara terbesar.

Diketahui, NasDem pada periode sebelumnya hanya berada di posisi keempat, setelah Golkar, Demokrat dan Gerindra.

Sementara PDIP tak sekalipun meraih posisi unsur pimpinan,meraih karena hanya meraih jumlah kursi di bawah lima.

Namun kesuksesan kedua parpol itu ternyata tak sejalan dengan hasil perolehan suara Pilpres 2019, dimana suara Jokowi-Ma’ruf hanya dominan di satu keluarahan saja.

Berdasarkan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU, Rabu (15/5/2019) kemarin, paslon 01 hanya meraih 119.763 suara atau 42.93 persen di bawah paslon 02, Prabowo-Sandi yang meraih suara 159.235 atau 57.07 persen.

alterntif text

Baca Juga : Beringin Tumbang, NasDem Rebut Kursi Ketua DPRD Makassar

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus ikut bersuara terkait fenomena politik Pemilu 2019 di Kota Makassar.

Kondisi ini, kata dia, menjadikan Sulsel, termasuk Kota Makassar, menjadi wilayah yang sulit ditebak arah aspirasi politiknya.

Baca Juga : Bawaslu Putuskan KPU Melanggar Prosedur Situng

“Seharusnya, itu menjadi linear. Namun, ‘efek ekor jas’ yang terjadi dihampir semua wilayah di Indonesia tak terjadi di Sulsel,” jelas mantan Ketua KPU Makassar itu, Kamis (16/5/2019).

Menurut Nurmal, pemilih di Sulsel, terlebih di Kota Makassar lebih pandai memisahkan pilihan politik mereka sesuai dengan kondisi figur yang ditawarkan.

“Menurut saya, pemilih Sulsel, apalagi di Makassar cenderung lebih pintar memisahkan pilihan politik mereka dan memilih berdasarkan figur yang mereka inginkan,” sebutnya. (Adi)

alterntif text
BAGIKAN:
Comments

Trending