Soal Pemberian THR Bagi Tenaga Honorer, Ini Penjelasan BKPSDM Makassar - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Soal Pemberian THR Bagi Tenaga Honorer, Ini Penjelasan BKPSDM Makassar

Published

on

Makassaartoday.com, Makasaar – Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Siswanta Attas menegaskan bahwa tak ada Tunjangan Hari Raya (THR) bagi tenaga honorer di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Hal itu disampaikan Siswanta Attas saat menanggapi informasi penerimaan THR di kalangan honorer Pemkot Makassar.

Menurutnya, pemberian THR bagi tenaga honorer tidak memiliki dasar aturan atau payung hukum.

“Soal THR, honorer tidak memperoleh. THR itu hanya untuk CPNS dan PNS. Kalau honorer tidak ada aturannya untuk dapat THR,” kata dia saat dimintai keterangan di Balaikota Makassar, Jumat , (16/5/2019).

Kendati demikian, Siswanta memberi pengecualian bahwa hal tersebut bergantung kebijakan kepala dinas terkait bila ingin memberikan THR. Namun, kata dia, tak merujuk pada aturan pemerintah kota.

“Yah tidak apa-apa, artinya kebijakan kepala dinas yang ingin memberikan (THR), terserah Kadisnya yang mau memberikan,” terangnya.

Diketahui, BKPSDM Kota Makassar telah membagikan SK petikan kepada honorer Pemerintah Kota Makassar. Siswanta menyebut hal tersebut menindaklanjuti SK kolektif beberapa bulan lalu.

“Selama ini kita sudah kasi SK kolektif. SK kolektif untuk beberapa bulan yang lalu untuk ia terima honornya,” Katanya

Selain itu, Siswanta menuturkan SK petikan tersebut sebagai pegangan atau landasan bagi tenaga honorernya.

Ketika ditanya mengapa baru dibagikan, ia beralasan bahwa hal tersebut dipengaruhi banyaknya jumlah SK yang harus ditandatangani.

“Saya baru berikan karena jumlahnya 8.700 ratus yang harus saya tandatangani, itu tandatangan basah. Lalu di kali 2, jadi keseluruhan 17.400,” katanya menerangkan.

Menyikapi ruang yang terbatas di Balai Kota Makassar untuk menampung ribuan tenaga honorer, Siswanta menyebut telah membuat jadwal harian untuk pembagian tiap SKPD.

“Tadi kita bagikan khusus Dishub, selesai besok. Setelah itu kita akan ke dinas lain. Hari sabtu itu di Karebosi, khusus untuk tenaga pengajar sebanyak 2.400, itu kontrak terbanyak,” kata dia.

Dia menyebut memilih hari libur di Karebosi untuk membagikan SK kontrak kepada tenaga honorer untuk menghindari aktivitas guru terbengkalai untuk mengajar.

“Jangan sampai mengganggu aktivitas guru yang mengajar maka kita ambil jam 9-10 untuk dibagikan SK kontrak,” ujarnya.

Dia pun menargetkan pembagian SK secara keseluruhan pada hari Minggu. Meski demikian, dia mengakui terdapat beberapa SK yang berjejer di ruangannya.

“Pada saat Dinasnya ambil bagian, dia tidak datang, itu kita simpan. Nanti dia datang sendiri baru kita kasih SK-nya,” tutupnya (Rusdi)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending