Pasian Meninggal Diduga Telantar, Ini Penjelasan Pihak RSUD Syekh Yusuf | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Pasian Meninggal Diduga Telantar, Ini Penjelasan Pihak RSUD Syekh Yusuf

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pihak RSUD Syekh Yusuf Kallong Ta’la, Kabupaten Gowa, Sulsel, memberikan klarifikasi perihal tudingan salah satu pihak pasien korban kecelakaan terkait pelayanan mereka.

Protes pihak keluarga atas pelayanan rumah sakit tersebut beberapa hari lalu menjadi pembicaraan hangat di media sosial.

Pihak keluarga korban kecelakaan melalui akun facebook bernama Om Dhien memosting foto korban sekaligus menyampaikan kekecewaannya kepada pihak rumah sakit ke grup Info Kejadian Makassar.

“Inimi akibat dari sistem rumah sakit yang rumit anak-anak, yang membutuhkan segera pertolongan terlantar begitu saja dirumah sakit. Sampai sekarang ini anak belum mendapat penanganan yang serius. Bahkan kami pihak keluarga pasrah dengan keadaan,” tulisnya, Rabu (15/5/2019).

Diketahui dari postingan tersebut korban kecelakaan yang diduga telantar bernama Nurul Miftahul Jannah yang tidak lain merupakan keponakkan dari Om Dhien Yng.

Nurul Miftahul Jannah merupakan warga Jl Amirullah, menjadi korban kecelakaan lalulintas dan mengalami luka parah hingga dilarikan RSUD Syekh Yusuf.

Namun hingga Kamis (16/5/2019) pagi, korban dikabarkan telah menghembuskan napas terakhir.

alterntif text

Pihak RSUD Syekh Yusuf berkilah bahwa penanganan pasien Nurul Miftahul Jannah sudah sesuai prosedur.

Hal tersebut disampaikan oleh Haji Taslim Kepala Humas RSUD Syekh Yusuf saat dikonfirmasi lewat via telepon hari Sabtu (18/5/2019) pukul 13.07. Wita.

Ia menyebutkan, jika petugas IGD mengambil tindakkan cepat.

“Saat itu kondisi korban mengalami pendarahan aktif dan tidak sadarkan diri,” katanya.

Dia melanjutkan, dikarenakan RSUD Syekh Yusuf belum ada dokter bedah syaraf. Maka, pihak rumah sakit mengambil keputusan untuk dirujuk, ke rumah sakit di Kota Makassar.

“Kami telah menghubungi RS Wahiddin, RS Lambung baji dan rumah sakit lainnya. Akan tetapi jawabbanya full sambil terus melakukan observasi”, tuturnya. (HT)

BAGIKAN:
Comments

Trending