Insentif Dialihkan, Penasehat Wali Kota Makassar Bakal Gigit Jari | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Insentif Dialihkan, Penasehat Wali Kota Makassar Bakal Gigit Jari

Published

on

Makaassartoday.com, Makassar – Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb bakal mencabut kebijakan pemberian insentif para penasehat Wali Kota Makassar dalam waktu dekat.

Rencana tersebut disampaikan Iqbal setelah melakukan kajian atas kebijakan tersebut. Salah satu yang menjadi pertimbangan, yaitu banyaknya tenaga penasehat yang dianggap tidak bekerja sebagai mana mestinya.

“Saya sedang menyiapkan sesuatu yang besar di Makassar untuk dialihkan (insntif,red) yakni penasehat,” tegas Iqbal kepada wartawan, Jumat (24/5/2019).

Menurut Iqbal, alokasi anggaran yang sebelumnya digunakan untuk menggaji para petugas penasehat itu nantinya akan dialihkan ke para petugas kebersihan.

Hal itu, kata dia, lantaran insentif yang diterima tenaga kebersihan selama ini dinilai belum memadai.

“Terlalu banyak penasehat wali kota, kami mau alihkan saja ke tukang sapu jalanan,” ucap Iqbal.

Iqbal mengayakan, saat ini hanya jam kerja petugas kebersihan sangat terbatas, yaitu hanya satu shift. Sehingga, lanjutnya, jalanan cepat kotor dipenuhi sampah akibat banyaknya kendaraan melintas.

alterntif text

“Kalau mau terima tukang sapu, itu akan membutuhkan anggaran lagi. Nah kalau di-shift saja, juga bisa jadi nilai tambah, siapa tahu ada yang mau shift dua kali untuk pengahasilan tambahan,” ujarnya.

Baca Juga : Danny Perkuat Legitimasi Penasehat Wali Kota

Bagi Iqbal, kehadiran penasehat wali kota yang jumlahnya ribuan, tak lebih penting dibanding petugas kebersihan yang bekerja menjaga kebersihan Kota Makassar.

Baca Juga : Penasehat Wali Kota Makassar Bakal Terima Insentif

“Bagi saya tak perlulah banyak penasehat, kita saling menasehati saja. Wali kota tak perlulah penasehat, tapi Kota Makassar butuh petugas kebersihan,” tegasnya.

Sekedar diketahui, pembentukan penasehat wali kota merupakan kebijakan mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Para penasehat tersebut, merupakan calon RT/RW yang pernah gagal saat mengikuti pemilihan langsung beberapa tahun silam. Adapun besaran insentif mereka berkisar Rp1 juta perbulan. (Rusdi)

alterntif text
BAGIKAN:
Comments

Trending