Penerimaan Peserta Didik Baru di Makassar Tahun Ini Gunakan Aplikasi | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Penerimaan Peserta Didik Baru di Makassar Tahun Ini Gunakan Aplikasi

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar menghadiri rapat kerja bersama Komisi D DPRD Kota Makassar yang membahas persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2019/2020 untuk tingkat Sekolah Dasar dan Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SD-SMP) se-kota Makasssar, berlangsung di ruang rapat paripurna, Sabtu (24/5/2019).

“Pertemuan kami dengan Komisi D membahas tentang pedoman penerimaan peserta didik baru di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Makassar untuk Tahun Pelajaran 2019/2020, seperti tertuang dalam Peraturan Walikota Nomor 34 Tahun 2019,” ucap Rahman Bando, Kadis Pendidikan Kota Makassar.

Pada PPDB tahun 2019 ini Disdik Makassar akan menggunakan sistem IT berupa aplikasi untuk menginput data peserta didik secara transparan.

Data-data dan nama peserta didik yang mengikuti PPDB akan diumumkan secara daring melalui web site resmi PPDB diknas,, ” ungkapnya.

PPDB tahun ini akan dilaksanakan melalui tiga mekanisme yaitu dengan jalur zonani dengan kuota 90 persen, jalur prestasi dengan kuota 5 persen dan melalui jalur perpindahan dengan kuota juga 5 persen.

Tahun ini penggunaann kartu keluarga untuk jalur Zonasi diterapkan untuk memgetahui domisili peserta didik sehingga mengantisipasi adanya pindahan dadakan dari siswa daerah lain saat PPDB diadakan.

Sememtara itu Ketua Komisi D, Hamzah Hamid menegaskan, sistem PPDB tahun ini memang harus Transparan dan Akuntabel mengingat pengalaman tahun lalu banyak orang tua peserta didik mengadu dan mengeluhkan tidak adanya transparansi pada PPDB tahun lalu.

“Banyaknya pengaduan dan laporan dari orang tua peserta didik yang tidak diakomodir oleh sekolah mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan dunia pendidikan di kota makassar, saya harap Tahun ini Penerimaan PPDB dapat berjalan secara transparansi,” terangnya. (*)

alterntif text
BAGIKAN:
Comments

Trending