Kasus Dugaan Money Politics Ketua PPP Makassar Bergulir di Kepolisian | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Kasus Dugaan Money Politics Ketua PPP Makassar Bergulir di Kepolisian

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar, mengaku telah menyerahkan berkas kasus dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu yang menyeret nama Ketua PPP Makassar, Busranuddin Baso Tika (BBT) ke sentra Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu) Polrestabes Makassar, Senin (27/5/2019).

Komisioner Banwaslu Kota Makassar, Zulkarnain mengatakan, berkas kasus pelanggaran pemilu itu dilimpahkan setelah ada hasil rapat dengan Gakkumdu, dimana kasus itu disetujui untuk ditingkatkan ke tahap sidik.

“Ada dua kasus yang dilimpahkan. pertama kasus politik uang saat kampanye yang dilakukan oleh Burhanuddin Baso Tika dari PPP. Kedua kasus coblos dua kali menggunakan hak pilih satu kali yang dilakukan Ketua RW 6, Syamsir Saeni,” kata Zukkarnain.

Zulkarnain menyebut, dimana Ketua RW 6, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang mencoblos di TPS 2 dan TPS 6. Kasus itu kata Zulkarnain dikuatkan dengan adanya bukti-bukti berupa foto dan video.

“Kalau BBT itu melanggar UU Pemilu pasal 523 ayat 1 terkait politik uang pada masa kampanye dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp 24 Juta. Kemudian kasus RW itu yakni melanggar pasal 516 tentang UU pemilu,” sebutnya.

Sementara itu, penyidik Gakkumdu Polrestabes Makassar, AKP Abdul Rahim menjelaskan, langkah yang dilakukan setelah menerima berkas pelimpahan itu akan membuat laporan polisi dan langsung dibuatkan surat perintah penyidikan.

Baca Sebelumnya : Bantah Money Politics, Ketua PPP Makassar Siap Sumpah Pakai Al-Qur’an

Karena jelas Abdul Rahim, dari Gakkumdu sudah diplenokan bahwasanya kasus itu sudah lengkap dalam hal pemenuhan syarat untuk ditingkatkan kepenyidikan. Sehingga langsung dibuatkan administrasinya dan surat perintah penyidikan.

“Kemudian kita akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang sebelumnya sudah diambil keterangannya. Selanjutnya dalam jangka waktu 14 hari, kami selaku penyidik Gakkumdu memaksimalkan mungkin untuk segera merampungkan berkas perkaranya,” jelasnya.

Hal itu akan dilakukan lanjutnya, untuk segera diserahkan ke Kejaksaan agar secepatnya bisa disidangkan dalam tempo 14 hari kerja, diluar hari libur. Pihaknya akan bekerja keras sesuai waktu yang telah ditetapkan dan sesuai mekanisme yang ada.

“Semoga secepatnya juga bisa terselesaikan dan ada kepastian hukum sesuai laporan yang masuk,” tegas Kanit Tipidum Satreskrim Polrestabes Makassar ini. (at)

BAGIKAN:
Comments

Trending