Sudah Lima Tahun Jajanan Berformalin Dijual di Pasar Minasamaupa Gowa | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Sudah Lima Tahun Jajanan Berformalin Dijual di Pasar Minasamaupa Gowa

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Jajaran Polres Gowa mengamankan jajanan jenis cincau mengandung bahan pengawet mayat alias formalin serta boraks dari pedagang di Pasar Pasar Minasamaupa, Jumat (24/5/2019).

Jajanan cincau ini sebelumnya dijual bebas dari seorang pedagang berinisial PDR (50), warga Jalan Kacong, Dg Lalang.

Dari keterangan PDR, petugas kemudian mengamankan TBK (62), warga Jalan Cendrawasih IV, Kota Makasar.l yang diduga sebagai pembuat jajanan cincau.

“Hasil pemeriksaan ditemukan kandungan formalin dan borak. Tersangka mencampur atau menambahkan formalin ke dalam cincau agar tahan lama dan tidak cepat rusak. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka,” jelas Kasubag Humas Polres Gowa AKP Tambunan, Rabu (29/5/2019).

Adapun penemuan jajanan berformalin tersebut, kata Shinto, merupakan hasil operasi dan laporan masyarakat.

Hasil pemeriksaan para tersangka mengakui bahwa jajanan tersebut dijual selama ramdan sejak lima tahun lalu.

“Pelaku mengaku sudah lima tahun menjual jajanan tersebut selama bulan ramadan. Tersangka PDR membeli jajanan cincau dari TBK seharga Rp55 ribu per ember
dan dijual di pasaran seharga Rp75 ribu,” sambungnya.

Selain mengamankan kedua tersangka, pihaknya juga menyita barang bukti 24 ember berisi cincau, 4 ember kosong,
1 jerigen warna putih berisi cairan bening serta 1 mobil pick up yang digunakan untuk memasok bahan jananan.

Selain di Pasar Minasamaupa, keduanya juga memasarkan jajanan tersebut di Pasar tumpah Pallangga dan Panciro.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 135 dan atau Pasal 136 huruf b, UU No. 18 thn 2012 tentang pangan dengan ancaman Pidana penjara 5 tahun dan denda sebesar Rp10 miliar.

“Kami juga mengimbau masyarakat lebih teliti dalam membeli jajanan. Laporkan bila ada oknum yang melakukan penimbunan maupun adanya indikasi mencampur bahan pengawet,” imbuh Tambunan. (Hajji Taruna)

BAGIKAN:
Comments

Trending