Pilkada 2020, KPU Makassar Anggarkan Kotak Suara Kardus Baru | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Pilkada 2020, KPU Makassar Anggarkan Kotak Suara Kardus Baru

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar mengaku ada kenaikan anggaran pada pelaksanaan Pilkada Makassar tahun 2020.

Salah satu yang memicu kenaikan anggaran, yakni usulan untuk pengadaan kotak suara dari berbahan kardus, seperti yang digunakan pada Pemilu April lalu.

“Iya ada kenaikan anggaran. Yang pertama kan di aspek belanja teknis, ada banyak sekali untuk logistik yang dibelanjakan. Misalnya itu belanja kotak suara, tahun ini kita akan belanja kotak suara,” jelas Ketua KPU Makassar, Farid Wajdin ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/6/2019).

Farid kembali memastikan, bahwa anggaran Pilkada Makassar diusulkan lebih besar dari anggaran sebelumnya.

“Yang jelas naik dari anggaran sebelumnya,” terang Farid.

Sekedar diketahui, nilai anggaran Pilkada Makassar 2018 lalu mencapai Rp60 miliar.

KPU Makassar pada periode sebelumnya mengaku ada kenaikan sekitar Rp15 miliar pada usulan anggaran Pilkada Makassar tahun 2020 nanti.

Anggaran itu sendiri masih dalam tahap penyusunan dan masih bersifat usulan.

Nantinya, usulan itu akan diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan akan dibahas di DPRD.

“Sekarang kami masih tahap lead anggaran, setiap devisi mengintegrasikan semua perencanaan program itu, agar suatu saat gampang di kordinir,” terangnya.

Kenaikan anggaran, lanjut Farid, juga didasari oleh bahan logistik yang sifatnya habis pakai.

“Yang sekarang itu bahan dupleks logistik barang habis pakai sehingga, mau tidak mau kami harus merencanakan ulang untuk beli kembali, kotak suara dan dinding suara yang masih kurang, karna nanti kan di bahas bersama Pemkot dengn pihak KPU,” urainya.

Adapun royeksi KPU Makassar untuk proses tahapan Pilkada Makassar mulai pada September dan realisasi di Oktober tahun ini.

“Terutama konsolidasi data-data pemilih itukan harus bergerak terus kegiatan yang tidak pernah mati adalah pemuktakhiran nota pemilih,” tutup Farid. (Rusdi)

BAGIKAN:
Comments

Trending