Remaja Pelaku Begal Sadis di Rappocini Tumbang Didor Polisi | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Remaja Pelaku Begal Sadis di Rappocini Tumbang Didor Polisi

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pu alias A masih meringis kesakitan usai menjalani perawatan di RS Bhayangkara, Jumat (5/7/2019) dini hari.

Remaja pengangguran berusia 17 tahun beralamat di Jalan Kerung-kerung, Kompleks Santaria, Kota Makassar, itu sebelumnya tumbang setelah terkena timah panas di bagian kakinya.

Oleh petugas, Pu terpaksa dilumpuhkan karena disebut kabur dan melawan petugas saat dibawa untuk proses pengembangan.

Pu merupakan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) terhadap seorang pengendara wanita di Jalan Minasa Sari, Kecamatan Rappocini beberapa waktu lalu.

Bersama rekannya yang lebih dulu diamankan, Pu dalam askinya itu bertindak sebagai eksekutor, merampas tas milik korban yang berisi ponsel dan barang berharga lainnya.

Dalam catatan petugas, aksi Pu menyebabkan korban menderita luka tebas di bagian tangan, setelah mempertahankan barang yang dijarah pelaku.

alterntif text

“Pelaku ini merupakan DPO kasus curas. Dalam aksinya pelaku dikenal sadis karena tak segan melukai korbannya jika melawan,” jelas Pajit II Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Nurtcahyana.

Adapun rekan pelaku yang bertugas sebagai joki lebih dulu diamankan serta seorang penadah barang hasil curian pelaku.

Dari keterangan keduanya, pihaknya bersama Timsus Polda Sulsel dipimpin Ipda Artenius langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan pelaku Pu di Jalan Dg Ramang, Kecamatan Biringkanaya.

“Penangkapan berjalan lancar, namun setelah dibawa untuk proses pengembangan, pelaku merontah hendak kabur. Tiga kali tembakan ke udara tidak digubris hingga personel mengambil tindakan tegas,” sebutnya.

Dari tangan para pelaku polisi menyita barang bukti 1 buah tas milik dan 1 unit hp merk Vivo y71 warna putih milik korban.

Kini Pu sudah mendekam di Rutan Polsek Rappocini untuk menunggu proses hukum lebih lanjut. (Askay Khan)

alterntif text
BAGIKAN:
Comments

Trending