Pemerhati Pendidikan Soroti Dampak Sistem Zonasi | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Pemerhati Pendidikan Soroti Dampak Sistem Zonasi

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), khusunya di Kota Makassar menuai kritik dari masyarakat. Pelaksanaan PPDB ini dinilai merugikan peserta untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Sistem zonasi PPDB dinilai belum pantas diberlakukan di Sulsel. Hal itu diungkapkan anggota Forum Peduli Masyarakat Pendidikan, Alita Karen saat menggelar perscon, Minggu (7/7/2019).

Menurut Aluta Karen, sistem zonasi PPDB memberikan ruang gerak yang sempit bagi calon siswa karena ditentukan oleh jarak rumah ke sekolah. Ditambah lagi, jalur zonasi ini tidak melihat latar belakang dari calon siswa.

“Kami melihat sistem zonasi sekarang ini sangat merugikan siswa karena ada siswa yang berprestasi tidak diuntungkan karena jarak rumah ke sekolah itu sangat jauh,” katanya.

Permasalahan lainnya, kata Alita, sistem zonasi sekarang tidak bisa diberlakukan sebab Makassar belum punya sekolah khusus untuk menampung peserta yang ada di lokasi tersebut. Misalnya, di Kecamatan Tamalate yang tidak ada sekolah negeri di wilayah tersebut.

alterntif text

“Paling dekat itu sekitar 200 meter. Jadi putus sudah harapan kalian untuk anak-anak berprestasi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Alita, jalur zonasi ini juga membuat anak-anak putus sekolah karena biaya mahal untuk masuk ke sekolah swasta jika tak lulus sekolah negeri.

“Kalau sistem yang berlaku tahun lalu dia (peserta didik) masih diterima dan punya peluang untuk diterima di sekolah negeri sekalipun jarak rumah jauh. Tapi sekarang tidak, jadi mereka putus sekolah kalau orang tua tidak punya biaya. Inilah mirisnya sistem zonasi yang ada sekarang,” imbuhnya.

Alita menegaskan, Forum Peduli Masyarakat Pendidikan Sulsel bakal mensomasi pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk menghentikan jalur zonasi tersebut. Sebab, jalur zonasi untuk Sulsel belum siap dari segi wilayah.

Ia berharap pemerintah menambah ruang belajar. Sehingga siswa yang jauh rumahnya dari sekolah bisa memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih baik.

Pihaknya juga meminta adanya posko pengaduan minimal di tempat yang tidak punya sekolah negeri serta mendahulukan anak berprestasi untuk solusi tempat belajar. (Rangga)

alterntif text
BAGIKAN:
Comments

Trending