Danny Sebut Pemabatalan Makassar F8 Melanggar Undang-undang! | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Danny Sebut Pemabatalan Makassar F8 Melanggar Undang-undang!

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto angkat suara terkait pembatalan event wisata tahunan Makassar F8 tahun 2019.

Danny, sapaan akrabnya, mengaku sangat menyesalkan pembatalan Makassar F8 oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di bawah pimpinan Iqbal Suhaeb sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota.

Menurut Danny, bahwa dalam tugas Pj tidak dapat mengubah sebuah kebijakan atau program strategis yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kami sangat menyesalkan sekali dan saya kira pasti pihak pemerintah pusat juga sangat menyesalkan itu. Program ini masuk RPJMD dan dibahas di DPRD, juga sudah masuk dalam 10 Wonderful Internasional Indonesia. Prpgram itu juga dapat dukungan pemerintah pusat melalui alokasi anggaran,” kata Danny kepada Makassartoday.com, Selasa (16/7/2019) dini hari.

Danny menambahkan, pembatalan program strategis seperti apa yang dilakukan Pemkot Makassar dapat dikategorikan sebagai pelanggaran undang-undangan.

“RPJMD harus ada visi misi-nya, itu undang undang mengatakan seperti itu. Nah kalau Pj membatalkan ini tentunya dia melanggar undang undang,” tegasnya.

Bahwa saat ini, kata Danny, Makassar F8 bukan lagi sebatas sebuah inovasi semata, meski dia mengakui menjadi investor pertama dalam event itu.

alterntif text

“Saya sebagai inisiator yang pertama dan kita harus tahu apa itu F8. Saya kira ini pemerintah kota tidak mengerti itu. F8 itu inovasi saya tapi F8 sudah milik masyarakat Kota Makassar,” sambungnya.

Selain itu, progres event Makassar F8, untuk mendapat predikat 10 Wonderful Internasional Indonesia, kata dia, bukan hal yang mudah.

“Butuh hampir sembilan tahun supaya masuk 10 Wonderful Internasional Indonesia. Anehnya pemerintah provinsi saya lihat justru mendorong program yang di luar top-10. Apalagi seluruh negara-negara sudah bersiap,” tandasnya.

Danny juga melihat ada unsur politik dalam kebijakan itu. Padahal, kata Danny, Makassar F8 tidak dapat selalu diidentikan dengan dirinya, karena event itu sudah menjadi bagian dari masyarakat kota Makassar.

“Inikan sangat politis sekali, ini milik masyarakat kota Makassar, tidak ada orang yang berhak merenggut hak masyarakat kota Makassar, sekali lagi ini hak-nya masyarakat Makassar,” imbuhnya.

Seperti dilansir sebelumnya, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar mengumumkan pembatalan pelaksanaan Makassar F8 tahun 2019. Pembatalan event wisata tahunan ini dikarenakan adanya peralihan anggaran.

Plt Kepala Dispar Makassar, Kamelia Tamrin Tantu, dalam keterangan persnya, Senin (15/7/2019) mengatakan, bahwa peralihan anggaran Makassar F8 yang dialokasikan Rp3,8 miliar, sesuai arahan PJ Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb. (Rusdi)

alterntif text
BAGIKAN:
Comments

Trending