BNN Miskinkan Bandar Narkoba Modus Pabrik Rak Telur di Sidrap | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

BNN Miskinkan Bandar Narkoba Modus Pabrik Rak Telur di Sidrap

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis kasus pengungkapan peredaran narkotika jenis sabu yang berkedok parbrik rak telur.

Dalam kasus ini, BNN Sulsel mengamankan dua orang tersangka HAS alias LAGU sebagai bandar dan kurir narkoba berinisial SY alias SU.

Selain terlibat kasus peredaran narkotika, keduanya juga dijerat tindak
Pidana Pencucian Uang (TPPU) senilai Rp16 miliar dari bisnis narkoba yang dilakoni keduanya.

Karo Humas dan Protokol BNN, Sulistyo Pudjo, M.Si, yang didampingi Wakapolda Sulsel Brigjen Pol, Adnas dan Direktur TPPU BNN, Bahagia Dachi, mengatakan, bahwa tersangka HAS mengaku memulai bisnis narkoba jenis sabu di wilayah Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, sejak tahun 2014, dengan beragam jenis paket, mulai dari 50 gram hingga 10 kg sabu.

“Dari bisnis ilegal ini tersangka mengantongi keuntungan sebesar Rp200.000.000,-dari setiap satu kilogram sabu yang berhasil dijual. Dalam menjalankan bisnisnya, Ia dibantu oleh seorang kurir berinial SY atau SU yang juga mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut,” papar Sulistyo Pudjo pada acara Press Conference di Kota Makassar, Kamis (18/7/2019),

Menurut Pudjo, bahwa setelah 5 tahun bergelut dalam peredaran gelap narkoba, HAS alias LAGU dan kurirnya, SY alias SU diketahui memiliki aset berupa uang, rumah, tanah, sawah, perhiasan, dan kendaraan bermotor dengan perkiraan nilai total mencapai Rp16 miliar.

“Warga sekitar tidak menaruh curiga terhadap harta kekayaan yang dimiliki HAS alias LAGU, karena dalam kesehariannya, tersangka diketahui sebagai pemilik pabrik rak telur dengan perkiraan pendapatan sebesar Rp40 juta per bulan,” sambungnya.

alterntif text

Dalam kasus ini, para tersangka diancam dengan pasal 137 huruf a dan b; pasal 3 Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika; dan pasal 5 (1) jo pasal 10 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Dari kasus ini, BNN secara tegas akan menyita semua aset dan memiskinkan para tersangka dan bandar narkoba sesuai dengan UU.

Sulistyo Pudjo menghimbau agar masyarakat lebih peka dan waspada terhadap lingkungan sekitar. Apabila di lingkungannya terdapat warga dengan harta kekayaan berlimpah yang tidak sebanding dengan pekerjaan ataupun bisnis yang digelutinya, maka sudah sepatutnya untuk dicurigai. (Askay Khan)

alterntif text
BAGIKAN:
Comments

Trending