2 Pelaku Pembunuhan di Jalan Bilawaiyah IV Dihadiahi Timah Panas - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

NEWS

2 Pelaku Pembunuhan di Jalan Bilawaiyah IV Dihadiahi Timah Panas

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Tiga orang terduga pelaku pembunuhan Edward Rianto (38), warga di Jalan Bilaiaya IV, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, Senin (29/7/2019) berhasil diringkus.

Para pelaku masing-masing,
IR (23), AN (18) serta AA (19), ketiganya merupakan warga Aspol Tello Baru, Kota Makassar.

Pelaku tersebut berhasil diringkus di lokasi dan waktu berbeda berbeda oleh Anggota Resmob Panakukkang di back up Timsus Polda sulsel.

Sebelumnya petugas menyita barang bukti masing-masing
1 buah Samurai serta 1 bilah badik di lokasi kejadi.

Kapolsek Panakkukang, Kompol Anada Fauzi menjelaskan, penangkapan ketiganya didasari laporan polisi LP/326/K/VII/2019/Restabes Mks/Sek Panakkukang.

Atas laporan itu, Anggota Resmob Panakkukang dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Roberth Hariyanto Siga dan Tim Khusus Polda Sulsel dipimpin Panit Ipda Artenius MB melakukan pengejaran terhadap ketiga pelaku.

“Setelah melakukan penyelidikan, tim gabungan kemudian melakukan pengejaran dan berhasil mengamankan ketiganya di lokasi berbeda. Ada yang diamankan di Soppeng ada juga di wilayah Kabupaten Gowa” jelas Ananda, Selasa (30/7/2019).

Saat dibawa menuju Makassar, dua dari tiga pelaku disebut berusaha melarikan diri, hingga dilumpuhkan dengan timah panas.

alterntif text

“Dua diantaranya berusaha melarikan diri saat dibawa ke Makassar. Mereka tidak mengindahkan tembakan peringatan, hingga diambil tindakan tegas yang terukur,” tegas Ananda.

Akibatnya, dua pelaku masing-masing menderita luka tembak di bagian kaki. Keduanya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara guna mendapat penanganan medis.

Hasil interogasi diakui ketiganya telah melakukan penganiyaan berat hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Dua diantara pelaku melakukan penganiayaan dengan tanagan kosong, sementara satu lainnya menggunakan sajam jenis badik secara berulang kali,” sambung Ananda.

Adapu motif penganiayaan tersebut, diakui para pelaku karena ketersinggungan, dimana pelaku dan korban sebelumnya sama-sama menikmati minuman keras (miras) jenis ballo. Usai melakukan penganiayaan, mayat korban kemudian dibuang di tepi Sungai Tallo.

“Pelaku tersinggung dengan ucapan korban. Adapu korban dan pelaku sama-sama di bawah pengaruh minuman keras,” kata Ananda mengutip keterangan para pelaku.

Dari catatan polisi, satu pelaku, yakni AN diketahui berstatus residivis pelaku pencurian dengan kekerasan (curas), dan pernah diamankan di Mapolsek Panakkukang serta telah menjalani masa tahanan di Rutan Makassar.

Selanjutnya para pelaku dan barang bukti di amankan menuju Mapolsek Panakkukang guna proses penyidikan lebih lanjut. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending