Dor...Tiga Butir Peluru Bersarang di Kaki Residivis Curanmor Ini! | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Dor…Tiga Butir Peluru Bersarang di Kaki Residivis Curanmor Ini!

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Seorang remaja berinisial MFA (19), harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena tiga tembakan di bagian kaki sekaligus.

Warga Perumahan Taman Panciro Indah, Kabupaten Gowa itu terpaksa dihadiahi timah panas lantaran disebut melawan saat ditangkap.

Oleh pihak berwajib, MFA disebut berstatus tersangka kasus sepeda motor di wilayah hukum Polsek Panakkukang, Kota Makassar.

Ia diamankan oleh Anggota Resmob Panakkukang dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Roberth Haryanto Siga, diback up Timsus Polda Sulsel dibawa kendali Ipda Artenius MB, Sabtu (10/8/2019).

Sebelum dilumpuhkan, MFA lebih dulu terdeteksi keberadaannya bersama sama rekan-rekannua tengah asyik pesta miras di Jalan Sejiwa.

“Informasi ditindaklanjuti tim gabungan dengan melakukan penangkapan. Tersangka kemudian dibawa melakukan proses pengembangan, namun saat diperjalanan pelaku berusaha kabur dengan cara mendorong salah satu petugas kami,” tegas Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi, Minggu (11/8/2019).

Ananda menegaskan, bahwa tersangka MFA ditangkap berdasarkan empat laporan polisi, tiga diantaranya berada di wilayah hukum Polsek Panakkukang dan satu lagi di wilayah Polres Maros.

alterntif text

Hasil penangkapan MFA, petugas menyita tiga unit sepeda motor, masing-masing 2 unit motor korban, dan 1 unit motor yang digunakan pelaku.

Adapun sepeda motor tersebut diakui tersangka dicuri di areal parkir Warung Coto (Samping Fly Over) dan di halaman Masjid Sultan Alaudin di jln Racing Centre.

Tersangka juga mengaku pernah melakukan aksi curanmor bersama rekanny yang masih buron di sekitar Jalan Boulevard dan di Jalan Poros Moncongloe, depan JNE.

Menurut catatan polisi, MFA juga berstatus residivis kasus curanmo yang baru saja mengirup udara bebas sebulan yang lalu.

“Jadi tersangka ini merupakan residivis kasus curanmor. Tersangka pernah divonis satu tahun penjara dan baru saja bebas dari rutan,” sambung Ananda.

Ananda mengatakan, MFA diketahui sebagai pelaku curanmor setelah pihaknya melakukan penyelidikan dengan cara membuka hasil rekaman CCTV lokasi tempat MFA beraksi.

“Tersangka tidak sendirian. Ada juga rekannya yang masih dalam pengejaran,” tandasnya.

Kini MFA tak hanya harus merasakan sakitnya terkena timah panas, tapi juga harus kembali ke sel dalam waktu yang cukup lama. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Trending