BI Gelar Seminar Ekonomi Syariah Dan Pengawasan Produk Halal - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

BISNIS

BI Gelar Seminar Ekonomi Syariah dan Pengawasan Produk Halal

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Bank Indonesia ( BI ) Perwakilan Sulsel menggelar seminar “Pengembangan Ekonomi Regional Berbasis Syariah Melalui Implementasi Perda Pembinaan dan Pengawasan Produk Halal” yang merupakan rangkaian acara dari Pekan Ekonomi Syariah Makassar di gedung BI, Jalan Jendral Sudirman, Kamis (15/8/2019).

Kegiatan seminar hari ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah Makassar yang puncak acaranya akan dipusatkan di Trans Studio Mall, Makassar mulai besok hingga tanggal 18 Agustus 2019.

Pada seminar itu Direktur Eksekutif Perwakilan BI Sulsel Bambang Kusmiarso menjelaskan jika Pekan Ekonomi Syariah ini juga merupakan bagian dari kegiatan yang lebih besar yaitu Festival Ekonomi Syariah 2019 (FESyar) se-KTI.

“FESyar ini akan dilaksanakan di Banjarmasin pada tanggal 12 hingga 14 September 2019 dengan tema “Mendorong Penguatan Sinergi Pelaku Usaha Syariah yang Berdampak pada Ekonomi Regional dan Provinsi” dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang akan dilaksanakan di Jakarta pada bulan November 2019 dengan tema “Embracing Sharia Economics as A New Engine Towards Better and Sustainability of Growth” ungkap Bambang.

Bank Indonesia memiliki Visi “Menjadi Bank Sentral yang berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia dan terbaik diantara negara emerging markets” dengan salah satu misinya yaitu “Turut mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional hingga di tingkat daerah”.

Dalam rangka mencapai Visi dan Misi tersebut, Bank Indonesia mengeluarkan dan melaksanakan kebijakan, salah satunya terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan 3 strategi utama yaitu:

a. Penguatan Ekonomi Syariah melalui penguatan kelembagaan, infrastruktur pendukung dan halal value chain. 

b. Penguatan Sektor Keuangan Syariah Untuk Pembiayaan.

alterntif text

c. Penguatan Riset, Asesmen dan Edukasi.

“Jika melihat kondisi global, ekonomi islam di dunia berpotensi untuk berkembang pesat. The State of Global Islamic Economy Report 2018/2019 menyatakan, pangsa pasar ekonomi islam dunia pada tahun 2017 mencapai USD2,1 miliar, dan nilai ini diproyeksikan akan meningkat menjadi USD3,01 miliar pada tahun 2023,” kata Bambang.

Lanjutnya, besarnya market size ini ditandai dengan meningkatnya makanan halal sebesar 6,1% dan diproyeksikan akan mencapai USD1,9 miliar pada tahun 2023.

“Demikian pula dengan fesyen muslim yang diproyeksikan akan meningkat dari USD279 miliar tahun 2017 menjadi USD361 miliar USD pada tahun 2023,” tandasnya.

Dalam report yang sama, pada tahun 2018 Indonesia berhasil menduduki peringkat 10, mengalahkan Brunei Darussalam dan Bangladesh, yang didorong oleh peningkatan ranking dalam halal food ranking.

“Hal ini menunjukkan hasil yang baik dari upaya pengembangan Ekonomi Islam khususnya di bidang makanan dan minuman,” tandasnya lagi.

Namun demikian, kata Bambang, peningkatan ranking tersebut rupanya belum mampu membuat Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara dengan ekosistem terbaik di bidang makanan halal. Pada bidang makanan halal, Indonesia menempati peringkat berada di bawah UAE, Malaysia dan negara Timur Tengah lainnya, bahkan juga kalah dari Australia (peringkat 6) yang justru bukan negara mayoritas muslim.

Nilai ekspor Indonesia untuk produk halal memang paling besar dibandingkan negara mayoritas Islam lainnya dengan total ekspor pada tahun 2017 mencapai USD7,6 miliar. Namun nilai tersebut, hanya berkontribusi sebesar 3,3% dari total ekspor produk halal global tahun 2017 (USD249 miliar) yang didominasi oleh ekspor negara non mayoritas muslim seperti Brazil, Amerika, India, China dan Perancis. (Rangga)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending