Belasan Mahasiswa Papua di Makassar Minta Pulang | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Belasan Mahasiswa Papua di Makassar Minta Pulang

Published

on

alterntif text

Makassartoday.com, Makassar – Insiden pembakaran kantor DPRD di Manokwari, Papu Barat berdampak pada sejumlah mahasiswa Papua di Kota Makassar.

Belasan mahasiswa asal Papua yang bermukim di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Lanto Daeng Pasewang, sempat panik dan mendesak untuk pulang ke kampung halamam beramai-ramai, Senin (19/8/2019).

Desakan itu mereka sampaikan kepada petugas kepolisian yang melakukan pengamanan di asrama mereka. Niat mereka pun urung, setelah dilakukan negosiasi dan adanya jaminan keamanan dari petugas.

Antoni salah seorang mahasiswa Papua mengaku, bahwa dirinya bersama teman-temannya sesama mahasiswa Papu merantau ke “Bumi Nusantara” tak lain hanya untuk menuntut ilmu.

“Kami datang ke Bumi Nusantara, di Makassar pun kami hanya ingin menuntut ilmu, kami datang sebagai warga Negara Indonesia. Kami ingin pulang karena kami sudah diperhadapkan dengan ujaran kebencian, kami mau pulang,” ujar Antoni.

alterntif text

Antoni, juga menyayangkan kabar adanya pengusiran terhadap mahasiswa Papu di Surabaya maupun di Malang. Menurutnya, hal itu merupakan tindakan rasisme.

“Itu tindakan rasisme melihat sebelumnya periatiwa terjadi di Semarang. Sebanyak 42 mahasiswa Papua dikabarkan menjadi korban pengusiran dan kekerasan pada 16 Agustus 2019,” tutur Antoni

Kendati berharap pemerintah dengan sigap melakukan tindakan yang bisa memicu sarah ini yang bermula dari peristiwa kekerasan ini.

“Kami sangat sayangkan jika ini sampai berlarut-larut. Bahkan, peristiwa ini akan berdampak pada generasi muda Papua. Pemerintah harus bertindak tegas terhadap pelaku,” tegas dia.

Sementara itu, Aparat kepolisian dan TNI melakukan pengamanan ketat di Jalan Lanto Daeng Pasewang guna menghindari aksi provokasi oknum yang tidak bertanggungjawab. (Askay Khan)

alterntif text
BAGIKAN:
Comments

Trending