Ternyata Rachmat Taqwa Pernah Jadi Kuasa Hukum Bandar Sabu Kijang | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Ternyata Rachmat Taqwa Pernah Jadi Kuasa Hukum Bandar Sabu Kijang

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pihak kepolisian mengungkap fakta baru kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret calon legislatif (caleg) PPP, Rachmat Taqwa Qurais.

Rachamat merupakan Caleg Kota Makassar periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang tertangkap petugas atas dugaan kepemilikan sabu oleh Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Senin (19/8/2019) lalu.

Rachmat ditangkap di rumahnya, Jalan Barukang 2, Kelurahan Patingalloang, Kecamatan Ujung Tanah pada Senin malam (19/8/2019), dengan barang bukti 2 sachet sabu.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombespol Dicky Sondani mengatakan, selain diduga menjadi pengguna, Rachmat Taqwa juga merupakan mantan pengacara bandar sabu ternama di Sulsel, Syamsul Rijal alias Kijang.

Terdakwa Kijang diketahui tertangkap Polda Sulsel dengan barang bukti sabu seberat 3,4 kilo gram tahun 2018 lalu. Namun kemudian Kijang divonis bebas oleh Mahkamah Agung (MA) beberapa bulan lalu.

“Tersangka pernah menjadi kuasa hukum bandar sabu Kijang yang pernah kita amankan tahun 2018 lalu,” jelas Dicky Sondani saat menggelar konferensi pers di Warkop Siama, Jalan Urip Sumiharjo, Makassar, Rabu (21/8/2019).

alterntif text

“Kita mencari momen yang tepat untuk melakukan penangkapan, kalau menangkap saja tidak ada barang bukti, yah tidak cukup kuat dan tersangka ini pernah mendampingi kasus,” sambungnya.

Dicky Sondani menambahkan, penangkapan Rahmat Taqwa disertai alat bukti yang kuat dan telah melalui proses penyelidikan yang mendalam oleh pihak kepolisian. 

“Dia ketahuan ada barang bukti, bagaimana proses selanjutnya itu adalah KPU,” lanjutnya.

Menurut Dicky, kasus tersebut akan terus didalami untuk mencari tahu sumber barang bukti yang dikuasai atau telah dikonsumsi tersangka.

“Kita akan dalami, dengan atau sama siapa saja dia berkawan, nanti akan terang benderang, karena yang bersangkutan (Rachmat Taqwa) sudah menjadi target kita,” tegasnya.

Dicky juga mengaskan, bahwa dalam kasus ini, tersangka Rachmat Taqwa dipastikan tak bisa mengajukan asessmen rehabilitasi, karena tersangka tertangkap tangan bersama baranng bukti.

“Tidak bisa direhabilitasi itu, karena barang buktinya ada,” tutupnya. (Rusdi)

BAGIKAN:
Comments

Trending