Klaim Dukungan 92 Pesen Suara Airlangga Diragukan | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Klaim Dukungan 92 Pesen Suara Airlangga Diragukan

Published

on

Makassartoday.com, Jakarta – Pengurus Pleno DPP Golkar Sirajuddin Abdul Wahab mempertanyakan klaim Ketum Golkar Airlangga Hartarto yang mengaku mendapatkan dukungan suara 92 persen untuk kembali menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Sebab, Airlangga hingga kini belum berani menggelar rapat pleno DPP Golkar.

“Jika Airlangga merasa percaya diri tinggi atas klaim dukungan itu, harusnya tidak ada kekhawatiran dong untuk segera mengadakan rapat pleno. Menjadi sangat lucu dan ambigu, jika klaim dukungan suara yang mendekati angka 100 persen suara tersebut, tidak linier dengan keberanian untuk melaksanakan rapat pleno,” kata Sirajuddin di Jakarta, Minggu (25/8/2019).

“Jangan sampai publik akan memberikan label pada Airlangga tong kosong nyaring bunyinya,” lanjut Sirajuddin.

Menurut Sirajuddin, rapat pleno sangat diperlukan untuk melakukan evaluasi atas perolehan suara dan kursi Golkar pada Pileg 2019 dan persiapan menghadapi Pilkada 2020. kemudian, diikuti pembahasan dan menentukan kapan pelaksanaan Rapimnas yang nantinya untuk menetapkan waktu penyelengaraan Munas.

“Seharusnya dengan klaim dukungan yang sangat besar tersebut, Airlangga tidak hanya berani segera menggelar rapat pleno, namun langsung memutuskan melaksakan Munas pada bulan September. Kalau sudah yakin menang kenapa takut bertarung?” tantang Siradjuddin.

Karenanya, Ia menyayangkan sikap Airlangga yang masih belum mau menggelar rapat pleno DPP tersebut. Padahal, berdasarkan AD/ART Golkar rapat pleno paling sedikit dilakukan satu kali dalam dua bulan.

“Sudah lebih dari setengah tahun tidak ada rapat pleno yang dilakukan. Ini jelas melanggar AD/ART Partai Golkar,” katanya.

Ia yakin, para pemilik suara dalam Munas nanti sudah sangat cerdas memilih ketua umum yang baru. Ketum yang baru harus memiliki kepemimpinan yang bagus serta memiliki visi dan misi yang jelas untuk kemajuan Partai Golkar.

“Mereka sangat tahu dan mengerti mana calon ketua umum Partai Golkar yang memiliki leadership, visi-misi yang jelas dalam membangun Partai Golkar ke depan dan punya talenta dalam tata kelola Partai. Terpenting lagi memiliki kecakapan dalam berkomunikasi, tidak elitis, tidak bermental feodal dalam memimpin, serta memiliki komitmen yang kuat pada kaderisasi dan regenerasi,” tukasnya. (Sumber: Kronologi.id)

BAGIKAN:
Comments

Trending