15 Mantan Camat Makassar di Video Dukung Capres Belum Dijatuhi Sanksi? | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

15 Mantan Camat Makassar di Video Dukung Capres Belum Dijatuhi Sanksi?

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar hingga kini belum menjatuhkan sanksi terhadap 15 mantan camat yang dinyatakan terbukti melanggar netralitas ASN melalui video dukungan salah satu paslon di Pilpres lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Muhammmad Ansar yang dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan jika pihak nya masih belum mengeluarkan putusan atas sanksi yang akan diberikan.

“Surat itu saya disposisi ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk segera dilaporkan ke bapak wali kota, paling lambat besok kita rapatkan karena baru malam ini suratnya diperhadapkan ke pak walikota,” ujar Ansar saat ditemui di gedung DPRD Kota Makassar, Selasa (3/09/2019).

Meski sejauh ini belum ada hasil yang didapat, namun Ansar akan menetapkan target dalam pekan ini. Ansra juga akan mengundang pihak inspektorat untuk ikut mempertimbangkan sanksi yang akan dijatuhkan nantinya.

“Kita akan mengundang beberapa pihak internal lagi salah satunya inspektorat, dengan prinsipnya ini kan pegawai juga ya, antara sanksi dan kita juga harus membela temen-temen kita kalau di pengadilan. Misal-nya salah akan diberikan kesempatan juga mereka untuk membela diri, nanti dipanggil, nanti kita lihat apakah internal atau kita panggil pihak lain untuk membantu,” tuturnya.

Adapun terkait sanksi, kata dia, bisa sanksi sedang, sanksi ringan, dan sanksi berat.

Seperti diketahui, Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah memutuskan adanya pelanggaran netralitas ASN terhadap 15 mantan camat di Makassar terkait dukungan politik di Pilpres lalu.

Sebagai tindak lanjut dari hal tersebut, pada Kamis (8/8/2019) kemarin, KASN telah mengeluarkan rekomendasi yang ditujukan kepada Wali Kota Makassar selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) tertinggi di Kota Makassar untuk menjatuhkan sanksi hukuman disiplin berat kepada 15 mantan camat tersebut. (Mala)

BAGIKAN:
Comments

Trending