Peran Penting BJ Habibie Bagi Dunia Pers Nasional | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Nasional

Peran Penting BJ Habibie Bagi Dunia Pers Nasional

Published

on

Makassartoday.com – Presiden ke-3 BJ Habibie memiliki peran yang sangat penting di dalam Era Reformasi. Setelah menggantikan Presiden Soeharto yang mengundurkan diri, almarhum Habibie membuka ruang kebebasan berpendapat, termasuk kebebasan pers.

Setelah mengambil sumpah, Habibie langsung mengambil langkah dengan melepas seluruh tahanan politik yang menjadi ancaman paling menakutkan para aktivis kala itu.

Habibie juga yang membuka ruang kebebasan pers dan kebebasan berpendapat.

Kebijakan Habibie terhadap kebebasan berpendapat dan kebebasan pers merupakan langkah tepat untuk membongkar aksi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang terjadi pada masa Orde Baru.

Langkah itu diambil karena Habibie memandang kedudukan pers sangat penting sebagai salah satu pilar utama demokrasi.

Ketentuan pembatalan SIUPP dihapuskan. Departemen Penerangan (Deppen) RI sendiri pada masa Habibie meluluskan 50 SIUPP baru yang diajukan dengan hanya diwajibkan memenuhi tiga persyaratan (16 di masa Soeharto).

alterntif text

Di masa Habibie pula tumbuh sejumlah organisasi jurnalis, organisasi penerbit surat kabar, hingga organisasi percetakan pers yang lebih dari satu.

Tak ketinggalan, kemerdekaan pers kian lengkap dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Pers yang kemudian jadi UU Pers pada 13 September 1999.

UU Pers ini yang menjamin perlindungan pers dan tugas-tugas wartawan. Namun meski sudah kebebasan pers sudah “dibebaskan sebebas-bebasnya”, Presiden Habibie tetap melayangkan imbauan.

Bahwa di balik pers yang sudah “dimerdekakan”, ada tanggung jawab tersendiri yang lebih besar. Tanggung jawab kepada masyarakat, bangsa dan negara – bukan pemerintah.

Dulu Habibie juga sedianya sudah mengingatkan pula soal penyebaran fitnah dan hoax. Karena menurutnya, kemerdekaan pers bukan berarti bebas menyebarkan rumor, fitnah serta hoax yang tidak jelas sumbernya.

Habibie juga saat itu mendesak pers bisa memisahkan antara informasi yang berimbang dengan agitasi atau propaganda pihak-pihak tertentu. (BS)

BAGIKAN:
Comments

Trending