Tujuh Prajurit TNI Dapat Sanksi Terkait Insiden Wiranto | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Nasional

Tujuh Prajurit TNI Dapat Sanksi Terkait Insiden Wiranto

Published

on

Makassartoday.com, Jakarta – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, menyebut, sampai hari ini sudah ada tujuh prajurit TNI Angkatan Darat yang disanksi terkait unggahan di media sosial soal insiden penusukan Menkopolhukam Wiranto.

Selain Kolonel HS dan Sersan Dua J, kata Andika, ada lima prajurit TNI AD lainnya yang saat ini sudah diputuskan tengah menjalani proses.

Mantan Panglima Kostrad itu menjelaskan, enam orang prajurit mendapatkan sanksi atas ulah istrinya yang mengomentari insiden penusukan terhadap Wiranto. Sedangkan satu prajurit lainnya, mengunggah sendiri sindiran terhadap mantan Panglima ABRI tersebut.

“Kita jatuhi hukuman disiplin militer kepada enam orang adalah berupa penahanan ringan maksimal 12 hari. Tapi kepada satu orang karena yang bersangkutan sendiri yang menyalahgunakan sosial media kita jatuhi tetap hukuman disiplin militer tapi penahanan berat maksimal 21 hari,” kata Andika di Mabes TNI AD, Jakarta Selasa (15/10/2019).

alterntif text

Dia menyebut, tujuh prajurit yang mendapatkan sanksi itu berada di sejumlah satuan dengan jabatan yang beragam mulai dari prajurit kepala hingga kopral.

“Jadi yang di Korem Padang adalah prajurit kepala itu tamtama, kemudian yang di Kodim Wonosobo itu kopral dua, tamtama juga, kemudian yang di Korem Palangkaraya itu sersan dua bintara, Kodim Banyumas ada sersan dua, dan di Kodim Muko-Muko di Jambi itu adalah kapten,” ujarnya.

Andika mengungkapkan, pihaknya telah mengingatkan kepada seluruh prajurit untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Bahkan, menurutnya, peringatan itu sudah disampaikan kepada prajurit sejak setahun yang lalu.

Terkait dengan adanya sejumlah pihak yang protes karena pelaku adalah istri, dia menegaskan bahwa istri prajurit tak bisa lepas dari kesatuan.

“Dalam Anggaran Dasar Persatuan Istri Prajurit AD, ini sudah dinyatakan bahwa istri prajurit TNI AD mutlak tidak dapat dipisahkan dari Angkatan Darat, baik dalam pelaksanaan tugas organisasi maupun dalam kehidupan pribadi,” tegasnya. (bs)

BAGIKAN:
Comments

Trending