Warga Gowa Yang Mengaku Rasul Terancam 20 Tahun Penjara | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Warga Gowa Yang Mengaku Rasul Terancam 20 Tahun Penjara

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Tersangka kasus dugaan penodaan agama PL alias Maha Guru (74), dijerat dengan pasal berlapis oleh penyidik Polres Gowa. PL sebelumnya diamankan petugas setelah diduga menyebarkan aliran sesat dan menyesatkan dengan cara melakukan Baiat, mendoktrin pengikutnya lalu menjanjikan keselamatan dunia dan akhirat sela jutnya memberikan Kartu Wipiq (Kartu Surga) sebagai tanda anggota.

Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, Maha Guru dijerat dengan Pasal 156 a KUHP dan atau Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,dan 5 UU No 8 Tahun 2010 dan atau UU No22 tahun 1946
Ancaman hukuman 5 hiingga 20 tahun penjara.

“Yah, paling lama bisa sampai 20 tahun penjara,” kata Shinto saat menggelar press release di Mapolres Gowa, Senin (4/11/2019).

Maha Guru oleh warga sekitar dikenal sebagai pimpinan Tarekat Ta’jul Khalwatiyah Syech Yusuf. Ia diamankan berdasarkan laporan polisi, No. 322 SPKT tgl 11 September 2019 tentang dugaan Penodaan Agama. Tak hanya itu, Maha Guru juga diduga melakukan penipuan penggelapan dan pencucian uang serta pencatatan nikah, talak dan rujuk.

Dalam aksinya, Maha Guru mengimingimingi pengikutnya dengan mendapatkan kartu surga dengan membayar uang sebesar Rp10 ribu sampai Rp50 ribu.

Pengikut juga diwajibkan membayar zakat badan sebesar Rp5.000/kg yang dihitung berdasarkan berat badan pengikut semua, kmudian dana tersebut dikelola tersangka PL alias Maha Guru.

“Jadi pengikut diwajibkan membayar zakat MAL (harta) sebesar 2,5 % dari penghasilan para pengikut. Dalam ajarannya juga meyakini Allah (sang pecipta, Allah Mama (ibu) , Allah Bapa, Allah Iblis, Allah Jin, Allah Syeitan, Allah Nafsu dna mengimani kitab suci tersendiri (Kitabullah) yang nenurut hasil pemeriksaan pihak MUI dianggap telah melecehkan Al-quran,” sambung Shinto.

Hal yang paling mengemparkan, sambung dia, saat tersangka mengangkat dirinya sebagai Maha Guru dan Rasul. Maha Guru menurut para pengikutnya dapat memperpanjang umur pengikutnya bertambah 15 tahun.

alterntif text

“Tersangka mengaku bahwa Kitabullah yang dimaksud adalah kitab yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW kepada Syekh Yusuf di surga yang kemudian ditemukan di peti jenazah Syekh Yusuf,” terang Shinto.

Disebutkan pula bahwa kitab suci Al-quran adalah hasil modifikasi modern yang terdiri dari 6400 ayat yang seharusnya 6666 ayat. Keyakinan lainnya adalah manusia bila sudah tidak ada atau wafat maka akan diangkat oleh Allah menjadi Tuhan yang sebenarnya serta bebagai ajaran lainnya.

Shinto mengaku jika pihaknya telah melakukan proses penggeledahan dan menyita sejumlah barang bukti. Dala kasus ini juga telah dilakukan gelar perkara.

Baca Sebelumnya : Dinilai Sesat, Polres Gowa Tetapkan “Maha Guru” Tersangka Penistaan Agama

“Dasar penggeledahan ini adalah SP Sidik No.408 /IX/2019/ Reskrim tanggal 11 September 2019 dan Surat Izin Ketua Pengadilan Negeri Sungguminasa No.157.g/Pen.Pid/2019/PNSgm yang dikeluarkan tanggal 12 September 2019 dan Pasal 33 ayat (1) UU No Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP,” kuncinya.

Sebelumnya, tersangka PL alias Maha Guru diamankan di kediamannya, Dusun Tamalate Desa Timbuseng, Kecamatan Patalassang, Kabupaten Gowa, beberapa waktu lalu.

Nama Maha Guru sebelumnya mendadak jadi buah bibir masyarakat setelah pada tanggal 9 September 1999 mengangkat dirinya selaku Maha Guru atau Rasul. Kemudian mengajarkan ajaran sesat dan menyesatkan kepada masyarakat Gowa, Takalar, Sinjai, Bulukumba, Maros Pangkep hingga seluruh Indonesia serta Malaysia.

Pihak MUI Kabupaten Gowa sebelumnya mengeluarkan fatwa No Kep 01/MUI-Gowa/XI/2016 tanggal 9 November 2016 yang menegaskan bahwa ajaran yang dibawakan Maha Guru adalah ajaran sesat. Sedangkan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam hal ini Bupati Gowa telah mengeluarkan surat rekomendasi No : 450/078/Kesbangpol tanggal 17 September 2019 tentang Pembubaran Tarekat Ta’jul Khalwatiyah Syekh Yusuf dan mengambil tindakan dan pembinaan apabila masih melakukan aktivitas atau kegiatan yang bertentangan dengan keputusan MUI. (Hajji Taruna)

alterntif text
BAGIKAN:
Comments

Trending