Tolak Kenaikan Iuran BPJS, Mahasiswa Dan Aparat Di Makassar Nyaris Bentrok - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Tolak Kenaikan Iuran BPJS, Mahasiswa dan Aparat di Makassar Nyaris Bentrok

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Unjuk rasa puluhan mahasiswa di depan kantor BPJS Kesehatan Makassar, Jalan AP Pettarani, Selasa (12/11/2019), diwarnai aksi saling dorong dengan aparat keamanan.

Aksi yang awalnya berjalan damai berubah tegang setelah demonstran memaksa masuk ke halaman kantor BPJS Kesehatan. Bahkan antara demonstran dan aparat nyaris terlibat adu jotos. Akibatnya, baju salah satu pendemo sobek.

Mahasiswa yang tergabung dalam “Front Mahasiswa Makassar Menggugat” ini menggelar aksi menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan karena dianggap menyengsarakan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Selain itu, para pendemo ini juga meminta BPJS Kesehatan dibubarkan.

“Defisit anggaran jaminan kesehatan dalam bentuk Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melahirkan sebuah badan usaha yakni BJPS Kesehatan yang menerapkan pola subsidi silang hanya menjadi Iumbung penghisapan elit birokrasi kepada rakyat ekonomi menengah kebawah,” tulisnya dalam selebaran yang di bagikan.

alterntif text

“Data membuktikan sejak berdiri di tahun 2014 hingga 2019, BPJS Kesehatan senantiasa mengalami defisit, dengan iuran saat ini BPJS Kesehatan diproyeksi mengalami defisit sebesar Rp 33 triliun di akhir 2019 dan meningkat menjadi Rp 44,7 triliun di 2020 hingga Rp 55,9 triliun di akhir 2021, sehingga kini pemerintah mengambil langkah yang sangat kontroversial dengan menaikkan luran BPJS Kesehatan 100%. Perlu kita ketahui bahwa 59% rakyat indonesia adalah pekerja/buruh yang saat ini mengalami penghisapan dari sebuah sistem kapitalisme yang kejam. Buruh sebagai pengguna BPJS kelas ll sangat merasakan dampak dari kenaikkan iuran BPJS Kesehatan ini,” sambungnya.

Setelah beberapa jam melakukan orasi, tak satupun pihak BPJS menemuinya. Pendemo itu lalu kemudian bergeser ke depan kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo.

Saat pendemo meminta agar Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menemui mereka namun tidak dipenuhi, massa aksi langsung menggoyang pagar jalan masuk kantor Gubernur hingga akhirnya roboh.

Satpol PP yang berjaga dengan pihak kepolisian pun mencoba untuk menenangkan massa aksi hingga kemudian membubarkan diri.

“Kami akan lanjutkan aksi kami di Alauddin (Jalan Sultan Alauddin),” ucap Kambrin selaku Jenlap. (Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending