Wakapolda Harap Mahasiswa Tak Terprovokasi Pasca Insiden Berdarah di Kampus UMI | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Wakapolda Harap Mahasiswa Tak Terprovokasi Pasca Insiden Berdarah di Kampus UMI

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Wakapolda Sulsel, Brigadir Jendral Polisi Drs Adnas angkat suara perihal insiden penyerangan kelompok mahasiswa di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.

Perwira berpangkat satu bintang dipundaknya itu berharap, agar seluruh mahasiswa tidak terprovokasi pasca insiden tersebut dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus itu oleh penegak hukum.

“Kami harap khususnya Mahasiswa UMI untuk tidak terprovokasi pasca insiden pengeroyokan. Kasus tersebut sudah dalam penanganan petugas kepolisian dan tentunya pelakunya akan diproses hukum berdasarkan perbuatannya melenyapkan nyawa seseorang. Tapi kasus ini dilihat masing-masing peranannya. Dan terlebih khusus dalang pengeroyokan mengakibatkan seorang mahasiswa tersebut meninggal dunia,” imbuh Wakapolda, saat rilis kasus tersebut di Mapolrestabes Makassar, Kamis (14/11/2019).

Adnas menekankan, agar kasus tersebut tidak membawa-bawa nama daerah yang berujung SARA, sebab dapat menimbulkan konflik lebih luas.

“Kami tidak ingin kasus ini membawa-bawa nama daerah, sebab di Sulsel ini aman-aman saja. Saya sudah ke Kampus UMI dan berkoordinasi bersama Rektor atas kasus tersebut, kemudian kami juga berkoordinasi untuk melakukan langkah-langkah pencegahan seperti bentrok antara kelompok didalam kampus,” pintanya.

alterntif text

Kata dia, bahwa dengan adanya peristiwa tersebut, tentunya menjadi keprihatinan semua pihak. Adapun langkah yang diambil pihaknya sejauh ini, dengan melakukan komunikasi ke seluruh pihak terkait, khususnya terhadap otoritas kampus UMI.

“Saya sampaikan Pak Rektor bahwa kejadian ini memprihatinkan. Tentunya dilakukan-langkah yang konkrit supaya tidak ada lagi mahasiswa kesukuan seakan-akan mahasiswa umi terpecah belah. Olehnya itu kami dari kepolisian berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan pencegahan agar tidak terjadi lagi agar Mahasiswa tidak terpetak-petak hingga saling musuhan hanya pemicunya ketersinggungan,” papar Wakapolda.

Adapun langkah kongkrit bersama pihak kampus yang dilakukan sejauh ini dengan melibatkan Pemerintah Daerah.

“Pasca kejadian itu saya sendiri yang membawa korban dari Ibnu Sina ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan fisik. Dan memang terjadi tikaman di punggung korban mengenai salah satu organ vital sehingga menyebabkan kematian,” ungkapnya.

Menurut Wakapolda, pertikaian antara kelompok dalam lingkungan kampus sangat disayangkan dan merugikan harapan orang tua serta masa depan bagi Mahasiswa itu sendiri.

“Harusnya pelajar harus kompak dalam mengejar masa depan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Ini khusus untuk perkelahian mahasiswa dalam satu universitas. Seharusnya mereka kompak dengan kegiatan Kemahasiswaan,” pungkasnya. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Trending