Mayat Perempuan Terbungkus Seprai Dibunuh Pacar Lantaran Mengeluh Sakit | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

NEWS

Mayat Perempuan Terbungkus Seprai Dibunuh Pacar Lantaran Mengeluh Sakit

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Tim Resmob Polda Sulsel berhasil meringkus tersangka pembunuhan Jumince Sabneno (30). Perempuan asal Kota Kupang, Probinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tidak bernyawan dalam kondisi terbungkus seprai di bantaran Sungai Jeneberang, Jalan Pa’ Lanassang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Selasa (19/11/2019) lalu.

Kabiddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol R Harjuno mengungkapkan, bahwa identitas mayat wanita itu terungkap setelah pihak kerabatnya mendatangi Biddokkes Polda Sulsel.

“Paman dan tantenya yang datang ke Biddokkes Polda Sulsel, mereka datang dan mengaku bahwa mayat ditemukan di Sungai Jeneberang adalah ponakannya. Almarhumah tinggal di Jalan Mannuruki Raya, Kecamatan Biringkanaya,” kata Kombes Pol R Harjuno kepada wartawan, Rabu (20/11/2019).

Dari informasi tersebut, petugas kepolisian mendalami penyebab kematian korban. Pasalnya dari hasil visum dilakukan ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Jumince. Kuat dugaan Jumince meninggal dunia karena dianiaya.

Polisi pun menggali lebih dalam dan mencari orang terdekat Jumince yang merupakan kekasihnya yang kabarnya korban sudah lima bersama kekasihnya.

Perburuan pun dilakukan, oleh Tim gabungan di bawah kendali Kanit Resmob Polda Sulsel, AKP Edy Sabhara Manggabarani. Alhasil keberadaan kekasih korban teridentifikasi di tempatnya bekerja sebagai buruh bangunan. Polisi pun langsung menyergap Re dan selanjutnya digiring ke Posko Resmob Polda Sulsel, untuk menjalani periksaan.

alterntif text

Kepada polisi Re mengakui perbuatannya bahwa dirinya membunuh Jumince, lantaran kesal menanggung beban penyakit Jumince yang tak kunjung sembuh. Re kemudian berfikir untuk melepaskan bebannya dengan cara membunuh Jumince. Korban dianiaya dan dicekik hingga tak bernyawa. Mayat korban kemudian dibungkus seprai lalu dibawa mengendarai sepeda motor ke bantaran Sungai Jeneberangm

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo juga menyebut sebelum korban tewas, tersangka sempat melakukan hubungan badan, dan tidak lama kudian korban mengeluh sakit dan meminta untuk dibawa ke Rumah Sakit. Namun tersangka menolak dengan alasan tak punya uang.

“Karena tersangka tak ingin terbebani dengan biaya obat korban, sehingga tersangka menganiaya korban pada saat korban tertidur dengan cara memukul pada bagian wajah korban, kemudian mencekik leher korban dari belakang, setelah mengetahui korban meninggal, lagi-lagi tersangka memukul kaki korban dengan menggunakan bambu dengan tujuan agar kaki korban dapat terlipat, selanjutnya tersangka membungkus korban dengan menggunakan kain seprei warna biru putih,” jelas Kombes Ibrahim.

Dari hasil visum disebutkan bahwa penyebab kematian korban itu karena terhambat jalur nafas. Selain itu ditemukan ada penyakit TBC yang diderita korban. Hal itu dikuatkan dengan obat yang ditemukan di kamar korban. (Askay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Trending