Pendapatan PD Parkir Makassar Anjlok, Dewan Sebut Paling Parah! | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Pendapatan PD Parkir Makassar Anjlok, Dewan Sebut Paling Parah!

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Makassar atas pendapatanya yang sangat jauh dari target di akhir tahun 2019 ini.

Dari lima jenis sumber penerimaan pajak PD Parkir Makassar Raya, hanya pajak Komersial yang mencapai angka 46,83 persen dar target sebesar Rp4.770.000.000 tapi yang terealisasi hanya sebesar Rp2.233.734.000 saja.

Untuk parkir tepi jalan umum, realisasinya Rp6.786.422.100 dari target Rp27.054.540.000 atau 25,08 persen, dan parkir insidentil realisasinya sebesar Rp207.040.500 dari target Rp600.880.000 atau 34,46 persen.

Sementara parkir langganan bulanan realisanya Rp3.430.579.500 dari target Rp11.487.792.000 atau 29,86 persen. Dan yang terakhir parkir online dari target Rp2.520.000.000 yang terealisasi hanya sebesar Rp305.060.880 atau 12,11 persen.

Dimana jika dihitung dari keseluruhan, pendapatan pajak parkir yang masuk di PD Parkir Makassar Raya hanya sebesar Rp12. 962.836.980 (terealisasi) dari target sebesar Rp46.433.212.000 atau hanya 27,92 persen saja.

Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Pendapatan DPRD Makassar, William Louren megatakan anjloknya PAD di Perusahaan Daerah (PD) Parkir juga disebabkan oleh dua faktor yakni maraknya juru parkir (jukir) liar juga SDMnya yang kurang.

alterntif text

“Angkanya bahkan tidak mencapai 50 persen, padahal ini dipengujung tahun. PD Parkir termasuk Perusda yang pendapatannya di tahun ini sangat kurang. Selain segi pendapatan PD Parkir juga hingga kini belum mampu memperbaiki pelayanannya,” kata William saat ditemui di Gedung DPRD Makassar. Kamis (21/11/2019).

Politisi PDIP meminta Pemkot Makassar untuk mengevaluasi kembali internal seluruh perusda di Makassar, serta menempatkan SDM yang memiliki kualitas dan kapabilitas.

“Seluruh Perusda perlu memaksimalkan sumber daya manusia(SDM), agar penerimaan dan pelayanan bisa maksimal,” harapnya.

Selain William, Mulia yang juga merupakan anggota Komisi B mengatakan rata-rata realisasi penerimaan enam perusda belum ada yang mendekati target.

“Tapi memang PD Parkir ini yang paling parah,” paparnya.

Rendahnya pendapatan yang masuk di PD Parkir hingga November ini menurutnya sangat tidak rasional jika dibandingkan dengan jumlah titik parkir yang dikelola PD Parkir.

“Padahal Makassar ini bisa dibilang kota ruko, banyak ruko yang dijadikan toko-toko, dan hampir semua toko perparkirannya dikelola PD Parkir, ini tidak masuk diakal kalau realisasinya baru sekitar 27 persen,” tutupnya. (Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Comments

Trending