Tutup Jalan, Mahasiswa Bone Desak Birokrat UMI Drop Out Pelaku Pembunuhan Andi Fredy | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Tutup Jalan, Mahasiswa Bone Desak Birokrat UMI Drop Out Pelaku Pembunuhan Andi Fredy

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Ratusan mahasiswa dan pemuda Kabupaten Bone kembali melakukan aksi unjurasa di depan Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasssar, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (21/11/2109).

Aksi “Mappatettong siri” ini disebut bagian dari rangakaian aksi protes kekerasan yang terjadi di Fakultas Hukum UMI Makassar, pekan lalu serta menyebabkan dalah seorang mahasiswa yang juga pimpinan salah satu Organisasi Daerah (Organda), Andi Fredy Akirmas alias Andi Lolo meninggal dunia.

Dalam aksi ini, mereka menuntut agar pihak Kepolisian melakukan pengusutan secara tuntas dan menghukum pelaku pembunuh almarhum Andi Lolo sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Dan menuntut pihak birokrasi kampus (UMI Makassar) untuk membubarkan organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) UMI Makassar,” kata Andi Alfiah selaku Jendlap aksi.

Menurut Alfiah, dari rekaman CCTV yang beredar terlihat ada sekitar 20 orang yang terlibat dalam penyerangan itu. Kalaupun dari ke-20 orang itu tidak diproses oleh pihak Kepolisian maka ia menyebut pihak kampus mengambil sikap.

“Dari rekaman CCTV itu ada sekitar 20 orang yang terlibat distu kalaupun 20 orang itu tidak dijangkau oleh Kepolisian dan ada namaya dikantongi, kami harap pihak universitas (UMI) itu kemudian memberi sangsi sesuai degan pirsinya dalam artian kalau dia tidak di skorsing maka dia harus drop out (Do),” ucapnya.

alterntif text

Alfiah berharap apa yang menjadi aspirasi mereka itu ditindaklanjuti oleh pihak Universitas UMI Makassar. Dimana hal ini juga sudah terpublis di media maka disebut tidak ada lagi alasan pihak kampus untuk tidak mengetahuinya apa yang disampaikannya.

“Teman media yang membantu pasti nantinya pihak biraokrasi umi akan membaca hal itu bahwa ada masyarakat Bone yang melakukan aksi Mappatettong siri dari gabungan beberapa organisasi dan beberapa masyarak Bone,” tegasnya.

Sebelumnya aksi ini digelar di depan Polrestabes Makassar lalu kemudian bergeser ke depan Kampus UMI Makaassar.

Dari pantauan Makassartoday.com terlihat beberapa mahasiswa mengenakan pakaian baju adat Suku Bugis (Tutu). Jalan dari flyover menuju kantor Gubernur Sulsel terlihat macet dan ditutupf full oleh massa aksi. Pihak kepolisan juga terlihat berjaga di lokasi dengan peralatan lengkap.

Dari surat yang beredar pihak Biraokrasi Kampus UMI Makassar meliburkan mahasiswanya mulai hari dari hari ini, Kamis hingga Minggu (21-24 November 2019). Namun hingga saat ini pihak kampus belum memberikan alasan meliburkan mahasiswanya. (Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Comments

Trending