Tujuh Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Terima Gaji Rp51 Juta per Bulan | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Nasional

Tujuh Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi Terima Gaji Rp51 Juta per Bulan

Published

on

Makassartoday.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo telah menunjuk tujuh anak kaum milenial menjadi staf khusus (Stafsus) membatunya dalam pemerintahannya fi periode kedua.
Ketujuh staf khusus baru presiden, mereka antara lain, Putri Tanjung (CEO Creativepreneur), Adamas Belva Devara (CEO Ruang Guru) Andi Taufan Garuda (CEO Amartha).

Selanjutnya, Ayu Kartika Dewi (Pendiri Gerakan Sabang Merauke), Gracia Billy Mambrasar (Pemuda Papua yang mendapatkan beasiswa di Oxford), Angkie Yudistia (Pendiri Thisable Enterprise) dan Aminuddin Maruf (Aktivis kepemudaan mahasiswa).

Memang, Stafsus Presiden bukan hanya tujuha orang itu saja, sebenarnya secara keseluruhan Jokowi mempunyai 14 orang Stafsus. Namun, Jokowi mengakui memang hanya memperkenalkan staf khusus yang baru, karena sisanya merupakan orang lama.

Berikut tambahan staf khusus yang dimiliki Jokowi:

1. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, akademisi
2. Sukardi Rinakit, intelektual
3. Arif Budimanta, ekonom Megawati Institute
4. Diaz Hendropriyono, Ketua Umum PKPI.
5. Dini Shanti Purwono, Kader PSI, ahli hukum lulusan Harvard
6. Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman
7. Aspri Anggit Nugroho
 

alterntif text

Selain mengenai usia muda, pengalaman, terobosan serta wajah lama dan baru para Stafsus Presiden, lantas, berapa sih penghasilan yang diterima para penyambung lidah Jokowi itu?

Bila benar-benar kita ulik sedikit, aturan mengenai gaji staf khusus Presiden itu sudah yakni Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 144 Tahun 2015 tentang besaran Hak Keuangan Bagi Staf Khusus Presiden, Staf Khusus Wakil Presiden, Wakil Sekretaris Pribadi Presiden, Asisten dan Pembantu Asisten.

Dalam Perpres itu, gaji Staf Khusus Presiden sebesar Rp51 juta. Gaji itu merupakan pendapatan keseluruhan dan sudah termasuk di dalamnya gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan pajak penghasilan.

Kendati demikian, staf khusus berbeda dengan menteri dan wakil menteri, staf khusus Presiden tidak memperoleh rumah dan kendaraan dinas. Gaji dan tunjangan yang diterima Staf Khusus Presiden sama dengan hak keuangan Staf Khusus Wakil Presiden.

Terkait tugas, fungsi dan segala hal yang mengatur Staf Khusus Presiden, diatur dalam Perpres Nomor 39 Tahun 2018 tentang Utusan Khusus Presiden, Staf Khusus Presiden, dan Staf Khusus Wakil Presiden.

“Pengangkatan dan tugas pokok Staf Khusus Presiden ditetapkan dengan Keputusan Presiden,” begitu bunyi Pasal 21 Perpres 39/2018 tersebut. (bs)

BAGIKAN:
Comments

Trending