Aktivis Anti Korupsi Soroti Penghargaan Bapenda Makassar Ke Pejabat KPK - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Aktivis Anti Korupsi Soroti Penghargaan Bapenda Makassar ke Pejabat KPK

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Penyerahan penghargaan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kota Makassar kepada Koordinator dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah)
Wilayah VIII Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Adlinsyah Malik Nasution menuai sorotan dari sejunlah aktivis anti korupsi.

Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Anwar Razak bahkan menyebut pebghargaan yang diterima Adlinsyah Malik Nasution merupakan bentuk gratifikasi.

“Bisa masuk gratifikasi, sogokan halus,” tulis Anwar via WhatsApp.

Anwar juga menimbau pejabat KPK yang ada di daerah berhati-hati menerima penghargaan dari pihak-pihak yang seharusnta mereka awasi.

“Harus hati-hati, ini bisa membuat citra KPK menjadi buruk dan kinerjanya semakin lemah. Dulu KPK menerima minuman gelas dari panitia saja tidak dilakukan, mereka bawa sendiri dan di SOP KPK memang diatur tidak boleh menerima apapun dari pemerintah ataupun pihak lain saat mereka bertugas apalagi menerima penghargaan, pasti ditolak. Ini untuk menjaga marwah lembaga ini,” tegas Anwar.

Sementara Direktur Kopel Makassar, Ahmad Tang menambahkan, seharuanya pejabat KPK tidak boleh menerima pemberian dalam bentuk apapun, karena dapat mempengaruhi integritas KPK itu sendiri.

“KPK seharusnya tidak butuh yang namanya pencitraan. Harus betul-betul netral. KPK jangan coba-coba menerima penghargaan dari pihak yang seharusnya mereka awasi. Masyarakat akan mengecam,” tambah Ocha, sapan akrabnya.

Seperti dilansir, Adlinsyah Malik Nasution menerima penghargaan dari Bapenda Makassar di acara acara Tax Award 2019 di Claro Hotel, Selasa (26/11/2019).

Bapenda menyebut, Korsupgah Wilayah VIII KPK RI Adlinsyah Malik Nasution dinilai sangat membantu dalam optimalisasi pendapatan pajak di Makassar sebagai tujuan pembangunan kota Makassar yang mengarah pada program Makassar Clean Comfort and Continuity.

“Ini adapah bentuk apresiasi kami kepada wajib pajak dan wajib pungut pajak beserta Korsupgah KPK RI Wilayah VIII, kejaksaan dan kepolisian sebagai mitra dengan menganugrahi Tax Award 2019,” terang Kepala Bapenda Makassar, Irwan Adnan di acara tersebut.

Sekedar diketahui, kehadiran Korsupgah Wilayah VIII KPK RI Adlinsyah Malik Nasution di Makassar dalam rangka melakukan supervisi dan monitoring terhadap sejumlah kebijakan pemkot, khususnya dalam hal penerimaan pajak dan pengeloaan aset.

KPK beberapa waktu melakukan supervisi terhadap kinerja Bapenda Kota Makassar dalam hal optimalisasi pajak daerah.

Hasil supervisi itu, Korsupgah KPK Adliansyah Malik Nasution menyebut, di Makassar terdapat sejumlah hotel yang dinilai tidak taat pajak, diantaranya hotel bintang lima, The Rinra di Jalan Metro Tanjung Bunga.

Hotel itu, kata dia, menunggak pajak sejak Juli tahun 2018, dengan nilai pajak Rp500 juta perbulan atau senilai Rp6 miliar selama setahun.

“Dari laporan di sini, terakhir bayar pajak itu Juli 2018 lalu hingga sekarang. Per bulan pajaknya Rp500 juta, kalau setahun berarti ada sekitar Rp6 miliar,” ucap Coki, sapaan akrabnya, usai menghadiri sosialisasi kepatuhan wajib pungut pajak di Hotel Singgasana, Makassar, Rabu (14/8/2019) lalu.

Adapun tunggakan pajak itu telah disampaikan langsung kepada General Manager Hotel The Rinra, Jackie Lim yang juga hadir dalam sosialisasi tersebut.

“Kita sampaikan langsung ke GM-nya untuk segera menyelesaikan kewajibannya,” tegas Adliansyah Malik Nasution, kala itu.

Ia juga menjelaskan telah memiliki data penunggakan pajak dari beberapa hotel dari tahun 2016 hingga 2017.

“Ternyata banyak yang bolong-bolong pembayarannya. Ini adalah uang saya, yang saya titipkan, jangan sekali-kali menggunakan uangnya kami. Percaya sama saya itu kesalahan besar. Itu namanya penggelapan pajak,” terangnya. (Riel/Erianto)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending