Meski Ada Penurunan, Makassar Masih Terbesar Jumlah Pengangguran di Sulsel | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Meski Ada Penurunan, Makassar Masih Terbesar Jumlah Pengangguran di Sulsel

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis keadaan ketenagakerjaan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Adapun daerah dengan jumlah pengangguran terbanyak masih ditempati Makassar, sebagai ibukota provinsi.

Meski menempati posisi teratas dari kabupaten/kota di Sulsel, namun dalam data statistik disebutkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), per Agustus 2019 di kota Makassar 10, 39 persen. Jumlah tersebut cenderung menurun jika melihat TPT pada bulan yang sama di tahun 2018 lalu, yakni 12,19 persen.

Sementara untuk Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada tahun 2029 ini terlihat menurun, yakni berada di posisi 57,77 persen dari tahun sebelumnya di bulan Agustus yang mencapai 59,49 persen.

Sedangkan untuk keseluruhan wilayah Sulsel, jumlah angkatan kerja pada  Agustus 2019 mencapai 4.030.400 orang,  atau bertambah  sebanyak  42.371 orang  jika dibandingkan  Agustus  2018. 

Sebaliknya TPAK menurun  sebesar  0,11  persen  poin menjadi 62,90 persen. Dalam  setahun  terakhir,  pengangguran berkurang 12.801 orang, sejalan dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang  menurun  sebesar  0,37  persen  poin  menjadi  4,97 persen pada Agustus 2019.

Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 9,70 persen.

alterntif text

Penduduk  yang  bekerja  pada  Agustus  2019  sebanyak 3.830.096  orang,  bertambah  55.172  orang  sejak  Agustus 2018.  Jumlah  pekerja  yang  terserap  di  sektor  pertanian sebanyak  1.377.408  orang  atau  sebesar  35,96  persen  dari total  pekerja,  sedangkan  sektor  perdagangan  menyerap tenaga kerja sebanyak 699.686 orang (18,27 persen). 

Sebanyak  2.303.111  (60,13  persen)  penduduk  bekerja  di sektor  informal.  Selama  setahun  terakhir  (Agustus  2018- Agustus 2019), pekerja informal turun sebesar 2,88 persen.

Sejauh ini belum ada penjelasan resmi pihak Pemerintah kota maupun provinsi terkait statistik keadaan ketenagakerjaan yang dirilis pihak BPS Sulsel.

(Erianto)

BAGIKAN:
Comments

Trending