Rektor Unsa Makasaar Sebut Kritikan Mahasiswa Hoax | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Rektor Unsa Makasaar Sebut Kritikan Mahasiswa Hoax

Published

on

Makassartoday.com, Makasaar – Rektor Universitas Sawerigading (Unsa) Makassar, Prof. A. St Melantik Rompegading angkat suara perihal kritikan mahasiswa terkait minimnya fasilitas kampus yang ia pimpin.

Melantik menyebut tidak ada yang harus ditanggapi dalam pemberitaan kampus itu, mengingat apa yang disampaikan Miswar (Mahasiswa) dalam pemberitaan sebelumnya semuanya tidak benar.

“Apanya yang mau ditanggapi. Itu yang membuat berita itu alumni kami dan memang dari dulu selalu memberitakan diri sendiri ada kepentingan tertentu. Saya tidak akan tanggapi karena tidak ada satupun itu berita yang benar,” kata Rektor Unsa Makassar saat dihubungi lewat telepon, Kamis (12/12/2019).

Melantik mengatakan apa yang disampaikan Miswar itu harus dibatalkan (diralat) dikarenakan ia tidak pernah menyampaikan langsung apa yang menjadi keluhannya pada pihak universitas.

“Dia tidak pernah tanyakan dan dia tidak mengerti. Katanya tidak adil sosiologi, hukum dan sebagainya. Saya sudah jelaskan cuman mereka itu tidak mengerti. Ada kepentingan tertentu. Jadi ini informasi hoax (pernyataan Miswar),” pungkasnya.

“Apa yang dilihat? Apa yang dimaksud fasilitas yang tidak ada di mahasiswa. Sudah diberikan wifi dan itu tidak disampaikan (pada publik). Senaknya menuduh tidak ada konfirmasi, tiba-tiba yang disalahkan universitas, bagaimana kalau semua orang ngomong tanpa ada konfirmasi merugikan kan. Itu Hoax,” sambung Melantik.

Sebelumnya Miswar mengeluhkan akan minimnya fasilitas Kampus Unsa Makassar karena dianggap tidak sebanding dengan biaya semester yang tiap tahun mengalami kenaikan.

“Dari tahun-ketahun biaya semester mahasiswa selalu mengalami kenaikan. Namun dibalik kenaikan anggaran semester ada sesuatu yang aneh, dimana mahasiswa tidak mendapat fasilitas yang baik,” kata Miswar Kansil saat wawancara, Rabu (11/12/2019).

alterntif text

Pengadaan fasilitas kampus dinilai sangatlah penting bagi mahasiswa karena dengan tersedianya fasilitas kampus, minat belajar mahasiswa juga akan bertambah.

“Kita ketahui bersama bahwa fasilitas itu adalah hak mahasiswa, demi meningkatkan minat belajar dan aktif melaksanakan giat mahasiswa,” tegasnya.

Adapun fasilitas yang dimaksud oleh mantan Ketua BEM Unsa itu adalah adanya perbedaan antara ruang kuliah fakultas Hukum dan Fakultas Sosiologi, dimana ruangan Fakultas Hukum dari segi infrastruktur lebih baik dari ruangan Fakultas Sosiologi. Padalah biaya semesternya sama yakni Rp2 juta per-semester.

“Pembangunan ruang kuliah yang tidak direaslisasikan dengan baik dan tidak merata. Sistem belajar mengajar yang kurang efektif dan tidak adanya layanan informasi yang baik dari pihak birokrasi, kepada mahasiswanya,” ucap Miswar.

Bahkan Miswarjuga mempertanyakan uang pembangunan yang selama ini di bayarkan oleh mahasiswa yang dikelola oleh pihak birokrasi kampus.

“Tiap tahun uang pembangunan dibayarkan oleh mahasiswa baik mahasiswa yang baru masuk ataupun mahasiswa yang mau selesai. Namun saya dimelihat tidak adanya realisasi pembangunan yang terjadi di kampus,” tuturnya.

“Adapun perubahan yang terjadi di kampus seperti lapangan yang peving blok, pengadaan kipas di ruang kuliah saya kira itu dari mahasiswa yang melakukan KKN di kampus,” sambungnya.

Olehnya itu, mahasiswa semester tujuh itupun menekankan kepada pihak birokrasi kampusnya agar hal tersebut dapat diperhatikan dan dikaji kembali dan adanya komplain atau protes dari mahasiswa dapat segera direspon.

“Saya tekankan kepada pihak kampus, untuk kemudian dapat memperhatikan dan memenuhi hak mahasiswa serta sadar akan tanggung jawab kampus kepada mahasiswanya,” pungkasnya.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Comments

Trending