Tiga Anak Yang Diduga Dicabuli Ayah Kandung Bakal Jalani Visum Ulang - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Tiga Anak Yang Diduga Dicabuli Ayah Kandung Bakal Jalani Visum Ulang

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Salah seorang ibu inisial RA (41) berangkat dari Luwu Timur ke Makassar untuk mencarikan keadilan bagi tiga orang anaknya yang diduga menjadi korban pelecehan ayah kandungnya sendiri.

Ke tiga anaknya itu, AL (8), MR (6) dan AL (4) diduga menjadi korban kekerasan seksual ayah kandungnya sendiri. Kasus ini mulai terungkap saat ibunya (RA) mulai curiga atas perubahan fisik terhadap anaknya. RA mengaku anaknya kerap merasa kesakitan hingga wajahnya pucat seperti telah terjadi sesuatu.

“Sayakan ibunya yangh merawat mereka ini dari bayi, jadi otomatis saya tahu perubahan fisik ketiga anak saya,” ucapnya saat dihubungi lewat via telpon. Minggu (22/12/2019).

Kejahatan seksual ayah terhadap anak ini diduga dilakukan sejak dari tahun 2016 hingga sekarang 2019. Parahnya lagi terduga pelaku itu juga itu disebut mengajak dua orang temanya untuk melakukan aksi bejatnya itu.

“Mulai dari tahun 2016 lalu, sejak pisah sama ayahnya dan sampai sekarang. Menurut anakku, juga ada dua orang ikut terlibat,” terangnya.

Ibu tiga orang anak ini diketahui nekad datang ke Makassar untuk melapor ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sulsel dikarenakan P2TP2A Luwu Timur tak merespon sejak adanya SP3 atau pemberhentian kasus oleh penyidik Polres Luwu Timur karena tidak cukup bukti.

alterntif text

“Iya kasus ini masuk di Provinsi Sulsel. Tapi inikan kita buat koalisi tetap P2TP2A Provinsi yang mendampingi. Cuman kita (P2TP2A Makassar) suport karena ini ibu membutuhkan keadilan,” kata Makmur, Kordinator Tim Reaksi Cepat T2TP2A Kota Makassar.

“Sudah di SP3kan di Polres Luwu Timur, tetapi kan ini ibu tidak puas degan hasil kerjanya Polres Luwu timur degan P2TP2A Luwu Timur makanya mengaduh ke Provensi untuk mendapatkan keadilan karena merasa ada hal yang tidak masuk akal dalam proses penyelidikan. Kasus ini diarhkan justru ke pelapor, penyidik (Polres Lutim) dia memerikasa pelapor (Ra) ke psikiater padahal yang pelapor (RA) ini adalah anaknya yang korban. Begitu juga ini ibu (Ra) tiba-tiba dilaporkan pencemaran nama baik,” sambungnya.

Untuk saat ini kata Makmur, pihaknya akan melakukan pendampingan konseling bagi ke tiga korban dan ibunya. Dalam kasus ini ia menyebut turut melibatkan LBH Makassar sebagai tim pendamping hukumnya.

“Teman-teman pemerhati anak mau mencoba untuk visum ulang dan mencoba juga untuk memperjuangakan kembali,” tuturnya.

Diketahui terduga pelaku itu adalah salah seorang ASN yang bekerja sebagai anggota Tim Audit Inspektorat Kabupaten Lutim.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending