Sampah Di Luar TPA Diduga Untuk Timbunan Lahan Milik Oknum Anggota Dewan - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Sampah di Luar TPA Diduga untuk Timbunan Lahan Milik Oknum Anggota Dewan

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Kasus pembuangan sampah di luar area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, mulai dikeluhkan lantaran sudah mencemari lingkungan warga.

Sejumlah warga yang bermukim di Kelurahan Tamangapa, Kecamatan Manggala bahkan mengaku air sumur di rumah mereka mulai mengeluarkan bau busuk, terlebih di musim penghujan saat ini.

Kasus ini sebelumnya telah ditindaklanjuti oleh Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar, Senin (21/1/2020). Dalam peninjauannya itu Dewan menemukan adanya lahan milik warga yang dijadikan lokasi pembuangan sampah, tepatnya di
Jalan Poros Tamamgapa (Bintang Lima).

Hasil investigasi di lapangan, media menemukan fakta lain, dimana pengakuan warga bahwa lahan yang ditinjau Dewan merupakan milik salah satu oknum Anggota DPRD Makassar.

Pengakuan warga bahwa sampah tersebut diduga sengaja dibuang ke lahan di luar TPA untuk kepentingan penimbunan. Sampah itu diangkut oleh kendaraan Fukuda oleh oknum petugas kebersihan Kecamatan Manggala.

“Itu lahan punya anggota Dewan. Sengaja dibuang sampah di sana karena mau bikin timbunan. Masalahnya sampah itu kalau musim hujan merembes airnya sampai ke rumah warga. Air bor juga sudah mulai bau,” ucap salah seorang warga yang minta namanya tak disebut.

Menindak lanjuti keterangan warga itu, Makassartoday.com mencoba konfirmasi ke anggota Komisi A DPRD Makassar. Namun saat ditanyai ia membantah jika pemilikan lahan tersebut adalah anggota Dewan.

“Tidak ada. Kami turun di sana itu memang ada pemilik lahan, makanya saya tunggu sekarang ini alas hak-nya. Kalau memang betul-betul ada, biar kami koordinasikan sama Pemerintah Kota untuk diberikan kompensasi. Kalau memang ada alsa hak-nya,” terang Kasrudin salah Anggota Komisi A DPRD Makassar, Selasa (21/1/2020).

Kasruddin menambahkan, saat meninjau lokasi (TPA Antang), pihaknya bertemu dengan warga yang mengaku pemilik lahan itu, namun sayangnya mereka belum bisa menunjukkan bukti kepemilikan sah lahan yang dimaksud.

Bagi Kasrudin, selama bukti-bukti belum diperlihatkan, maka status pemilik lahan tersebut juga belum bisa dikatakan sah.

“Saya ingat itu. Salah satu namaya itu adalah Hj Sikki. Kalaupun ada (pemilik lain) kami tidak tau karena yang jelas kami kemarin itu waktu turun dilolasi, pemilik lahan itu, Sikki salah satunya dan beberapa disana kemarin, empat sampai lima orang itu,” tutur Kasrudin.

(Isak Pasa’buan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending