Polda Sulsel Tangkap Pelaku Penipuan Pinjaman Uang Lewat SMS | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Polda Sulsel Tangkap Pelaku Penipuan Pinjaman Uang Lewat SMS

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Unit Ciber Crime Polda Sulsel mengamankan seorang pria berinisial Fi (30) atas tuduhan penipuan pinjaman uang dengan pemalsuan dokumen pribadi lewat modus layanan pesan singkat atau Short Message Service (SMS).

Pelaku Fi ditangkap di Kabupaten Wajo, atas laporan masyarakat sekitar yang mengaku menjadi korban.

Polisi menyebut, Fi menyebarkan pesan singkat melalui ponsel ke sejumlah warga dengan iming-iming pelunasan cepat plus bunga tinggi.

Namun pelaku sudah merencanakan aksinya dengan membuat pemalsuan dokuken probadi.

“Pelaku menyebar SMS untuk pinjam dana dengan sistem cepat. Korban tertarik lalu menyetorkan uang. Pelaku juga minta nomor rekening korban agar korban percaya dengan iming-iming mengirim uang pelunasan,” jelas Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahik Tompo saat merilis kasus ini di Mapolda Sulsel, Selasa (27/1).

Salah seorang korban merasa ditipu melayangkan aduan, kemudian aduan korban ditindaklanjuti Unit Ciber Crime Polda Sulsel yang turun menyelidiki.

alterntif text

“Proses penyelidikan berbuah hasil, pelaku teridentifikasi serta keberadaannya pun di ketahui, selanjutnya Unit Ciber Crime Polda Sulsel mengepung persembunyian pelaku di Wajo, disana pelaku berhasil diringkus yang selanjutnya digiring ke Mapolda Sulsel untuk diproses lebih lanjut,” sambung Ibrahim.

Dari keterangan korban menyebutkan bahwa korban saat itu mengirimkan nomor rekening, namun pelaku tak kunjung mengirim uang hasil kesepakatan justru memblokir nomor milik korban.

“Baru satu orang korban yang melapor. Kita juga tunggu jika ada warga lain yang merasa menjadi korban,” ucap Ibrahim.

Adapun aksi pelaku ini, diduga kuat juga tak hanya dilancarkan di wilayah Wajo, namun juga diberbagai daerah lainnya termasuk di luar Provinsi Sulsel.

Akibat perbuatannya, pelaku Fi terancam dijerat pasal 51 ayat 2 jo pasal 36 jo pasal 28 ayat 1 UU RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No 11 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 12 tahun penjara atau denda Rp12 miliar.

(Askay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Trending