Appi Kembali Wacanakan Pemindahan Rujab Wali Kota - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Appi Kembali Wacanakan Pemindahan Rujab Wali Kota

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Bakal Calon (balon) Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau yang akrab disapa Appi tegaskan akan pindah Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Makassar ke Kecamatan Manggala kelak ia terpilih menjadi Wali Kota Makassar nanti.

Hal itu disampaikan Appi di hadapan ribuan RT/RW yang hadir dalam kegiatan “Silahturahmi Ketua RT/RW se-Kota Makassar, Munafri Arifuddin untuk Kota Makassar 2020” yang digelar di Celebes Convention Center (CCC), Jumat (31/1/2020) malam.

Pemindahan itu atas dasar tidak meratanya pembangunan di Kota Makasaar saat ini. Mulai dari lokasi kegiatan-kegiatan seperti event-event yang hanya terpusatkan di Pantai Losari saja. Antang sendiri diniali Appi hanya dijakikan sebagai tempat pembuangan sampah.

“Insyah Allah rumah jabatan Wali Kota Makassar akan kita pindahkan. Wali Kota harus mulai dari rumahnya sudah banyak persoalan-persoalan yang sudah diselesaikan baru samapi di kantor,” ucap Appi di hadapan RT RW.

“Jagan cuma lima menit dari rumanya ke kantor, sampai kantor sudah terima tamu. Kapan wali kotanya bisa ketemu rakyatknya. Dan kenapa Manggala karena selama ini kasian hanya untuk dijadikan temat sampah,” sambungnya.

alterntif text

Dalam silahturahi degan RT/RW ini, CEO PSM Makassar itu juga menyampaikan sejumlah hal seperti pemberian baju pada RT/RW nantinya tidak akan hanya satu pasang saja melainkan dua pasang.

Selain baju, Insentif RT/RW yang selama ini mereka terima hanya 1 juta perkepala, kedepan juga disebut akan dinaikan menjadi 1,5 juta perkepala, termasuk sekertaris dan Bendahara RT/RW.

“Kalau insentif 1juta degan syarat yang sagat berat Insya Allah ke depan insentif itu akan menjadi 1,5 juta ditambah lagi 1,5 juta untuk sekretariat dan bedahara RT/RW. Kasian ini RT/RW,” tandas Appi.

Tak lupa juga biaya Opresional sebanyak 50 juta tiap tahunya untuk RT/RW juga dijanjikan Appi. Pemberian itu disebut untuk biaya kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat termasuk kegiatan opresional pendidikan dan kesehatan.

“Ada sentra sentra UKM. Kita akan membuat satu gedung untuk membawa hasil-hasil dari hasil yang diproduksi oleh ibu-ibu atau saudara-saudara kita yang ada di setiap RW di Kota Makassar,” tutupnya.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending