Siapa Yang Pantas Kendarai Golkar? - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Siapa Yang Pantas Kendarai Golkar?

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – DPD I Gokar Sulsel melalui Tim 9, baru saja memutuskan tiga nama bakal calon (Balon) Wali Kota Makassar 2020 untuk selanjutnya diusul ke DPP Golkar.

Selain memiliki survei teratas, ketiganya juga dianggap paling mendekati kriteria calon usungan Golkar berdasarkan hasil uji kompetensi yang digelar bebrapa waktu lalu.

Mereka yang ditetapkan masing-masing, Wali Kota Makassar periode 2014-2019 Moh Ramdhan Pomanto (Danny Pomanto), Wakil Walikota Makassar periode 2014-2019, Syamsu Rizal Mi (Deng Ical) serta mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel yang juga mantan calon Wali Kota Makassar 2013 silam, Irman Yasin Limpo (None).

Dari tiga nama itu, hanya Syamsu Rizal Mi yang berstatus kader internal. Meski begitu, kedua lainnya juga terbilang memiliki hubungan positif serta historikal politik di partai berlogo beringin rindang itu.

Danny saat ini diketahui berstatus kader Partai NasDem, namun saat memimpin kota Makassar pada periode lalu, Danny selalu aktif menghadiri setiap perhelatan besar partai Golkar Sulsel, meski saat Pilwali 2018, Golkar mengusung Munafri Arifuddin alias Appi.

Danny juga disebut banyak dekat dengan kader Golkar di Makassar, salah satunya legislator tiga periode Abd Wahab Tahir yang juga dikenal sebagai orang kepercayaan Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid.

Sedangkan None yang berlatar belakang birokrasi non partai merupakan adik dari mantan Ketua Golkar Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang kini menjabat Meteri Pertanian.

Mengamati peluang ketiganya, konsultan poitik Nurmal Idrus angkat suara.

Nurmal mengatakan, apabila Golkar menginginkan kaderisasi yang berkesinambungan maka tentu mengusung kader menjadi pilihan utama, terlebih Deng Ical sebagai satu-satunya balon dari internal Gokar tak punya risiko dari aspek presepsi publik.

“Jika Golkar menginginkan kaderisasi yang berkesinambungan tentu akan menjatuhkan pilihan ke Syamsu Rizal MI. Pilihan ke Ical (sapaan akrab) juga tak terlalu berisiko karena faktanya nama Deng Ical terus masuk dalam radar survei yang mengukur persepsi publik di Makassar,” kata Direktur Nurani Strategic itu.

Meski begitu, Nurmal juga melihat peluang Dany yang sangat diperhitungkan sebagai kandidat incumben, dimana tingkat keterpilihan Danny sejauh ini sangat baik.

Hal lain yang bisa menimbulkan dilema bagi Golkar, lanjut Nurmal, ada pada status Danny yang merupakan kader dari parpol lain.

“Tentu Golkar tak mau kalah di Makassar. Masalahnya, jika dengan Danny, Golkar tak punya jaminan akan menjadi pengendali politik di Makassae karena Danny adalah kader parpol lain.
Menurut saya, Golkar akan sangat dilema untuk memilih salah satunya di Makassar,” sebut Nurmal yang juga mantan Ketua KPU Makassar itu.

Adapun None, kata Nurmal, hampir sama dengan posisi Danny, namun status None yang non partai lebih dapat dimungkinkan untuk membawa kepentingan besar bagi partai pengusungnya.

“Posisi None saya pikir sama dengan DP bagi Golkar. Tapi None lebih bisa diharapkan karena kemungkinan di Golkar. Jauh lebih bisa. Tapi pada akhirnya deal politik akan menentukan karena Golkar tak bisa berdiri sendiri di Makassar. Mereka masih harus menambah 5 kursi dan pada posisi itu Golkar tak bisa menentukan sendiri,” kuncinya.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending