Foto Jukir depan MP Viral, Sindiran "Orang Terpandang" jadi Caption | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Foto Jukir depan MP Viral, Sindiran “Orang Terpandang” jadi Caption

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Sebauh foto yang diunggah akun isntagram Sosmedmakassar mendadak viral. Foto itu memperlihatkan aksi jukir berdiri dalam posisi hampir berada di tengah ruas Jalan Boulevard, tepatnya depan Mall Panakkukang (MP), sambari memegang payung.

Seperti biasanya, oknum jukir di wilayah itu kebanyakan berada hampir di tengah jalan untuk mengarahkan pengendara yang akan menggunakan area parkir.

Pada foto itu juga terdapat caption bernada menyindir. “Bukan ji Orang Terpandang, tapi Tiap Hari Bisa Tutup Setengah Jalan”

Caption itu mengingatkan kita dengan penutupan Jalan Bonto Langkasa yang juga viral beberapa waktu lalu, karena adanya acara pernikahan anak rektor salah satu universitas di Makassar.

Foto itu kemudian mengundang berbagai macam komentar dari warganet, dinatranya pemilik akun @ekajayarisyandi36 : ini lah di sini terkadang petugas merasa sedih,, dikasih tindakan katanya kelewatan, di biarkan juga keenakan. Kalau manusia yang bikin ulah 1 kali diberi tahu dan tindakan pasti ngerti dan mendengar ,,,, tapi kalau hewan !!! Berkali kali pun tidak akan dengar.

@maruf_ahay : Setoran lancar makanya aman

@wickytumedia : Dari jaman dlu ji. Kencang kapang setorang makanya nda pernah d berantas

Sebagian warganet juga menyalahkan pemilik ruko yang dianggap tidak menyiapkan lahan parkir yang representatif. Namun ada juga yang menimpali bahwa kendaraan itu kebanyakan adalah pengunjung dari Mall Panakkukang yang menolak jasa pembayaran parkir per jam.

Seperti diketahui, area parkir di depan kompleks ruko depan MP dikelola oleh Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya. Lokasi itu masuk dalam kategori area parkir tepi jalan sesuai yang diatur dalam Perda Nomor 11 tahun 1999 tentang Retribusi Parkir.

Ketua Komisi B DPRD Makassar, William Lauren menekankan agar perusda tidak hanya mengutamakan target pendapatan melalui retribusi, namun juga peningkatan pelayanan, termasuk pengelolaan parkir di tepi jalan.

“Selalu saya tekankan, memang pada dasarnya kita memburu target untuk meningkatkan PAD. Tapi dari semua itu jagan kita hanya mengacuh pada PAD, sementara dari sisi pelayanan masyarakat itu tidak diperhatikan,” ucap William beberapa waktu lalu.

“Tingkat kenyamanan masyarakat dan tingkat pelayanan kepada masyarakat itu tetap harus menjadi fokus utama. Jangan sampai ketika memburu target masuk ke kas daerah sebagai pendapatan yang besar tetapi banyak masyarakat yang dirugikan dalam arti sisi pelayanan dan sebagai sebagai fasilitas,” sambungnya.

Politikus PDI Perjuangan itu juga berharap agar PD Parkir tetap memberdayakan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menanggulangi parkir liar yang banyak di Kota Makassar.

Dimana parkir liar juga sempat diklaim sebagai salah satu faktor penyebab anjloknya pendapatan PD Parkir di tahun 2019 lalu.

(Isak Pasabuan/foto: @sosmedmakassar)

BAGIKAN:
Comments

Trending