Penganiaya Pasutri di Barabaraya Mengaku Dendam, Istrinya Pernah Diancam Korban | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Penganiaya Pasutri di Barabaraya Mengaku Dendam, Istrinya Pernah Diancam Korban

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Darmawan alias Mawang, terangka kasus penganiayaan pasangan suami istri (pasutri) di Jalan Pamolongan Timur, RT/RW 003/004, Kelurahan Barabaraya Timur, Kecamatan Makassar, kota Makassar, Sulsel, Sabtu (8/2/2020) malam lalu dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar Polda Sulsel, Selasa (11/2/2020).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo yang memimpin konferensi pers tersebut membeberkan motif kasus penganiayaan yang dilakuka Mawang hingga mengakibarkan satu orang tewas akibat terkena 2 buah anak panah di bagian perut.

“Motif pelaku menganiaya korban lantaran dendam, dimana istri tersangka dan istri korban pernah terlibat cekcok. Korba juga disebut pernah mengancam istri tersangka dengan tombak,” beber Ibrahim Tompo, mengutip pengakuan tersangka.

Kombes Pol Ibrahim juga membeberkan status Mawang yang merupakan residivis kasus pembunuhan.

“Pertengkaran antara istri korban dan tersangka itu terjadi saat pelaku mendekam di Rutan Klas I Makassar atas perbuatannya telah melakukan tindak pidana pembunuhan dan bebas tahun 2013 lalu” sambung Ibrahim.

Menurut pengakuan tersangka bahwa strinya menceritakan apa yang dialaminya, hingga menyulut emosi tersangka hingga berakhir dendam.

“Katanya saat cekcok istri korban melontarkan nada kotor. Istrinya juga mengaku diancam hendak dibunuh oleh korban (Ali),”

alterntif text

Semasa mengirup udara bebas, tersangka masih menaruh dendam hingga akhirnya korban kembali ke Makassar setelah beberapa lama bermukim di kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Tersangka melihat korban (Ali), sedang nongkrong di depan rumahnya. Pelaku pun teringat dengan cerita istrinya saat itulah pelaku pulang kerumahnya, kemudian mendatangi korban saat korban sementara berada di belakang rumahnya,” jelas Kombes Pol Ibrahim.

Insiden berdarah pun terjadi di dalam rumah korban. Tersangka Mawang dengan penuh amarah langsung masuk dan menyerang korban dengan menggukan busur. Tak hanya itu, tersangka juga membacok tangan istri korban.

Setelah mengeniaya kedua korban, Mawang kemudian kabur ke tempat persembunyiannya di Jalan Galangan Kapal.

Baca Sebelumnya : Suami Tewas Dipanah, Istri Ditebas Pakai Parang

Sementara kedua korban dilarikan ke RS Awal Bros untuk menjalani perawatan. Satu korban, yankni Ali (suami) menghembuskan napas terakhir akibat pendarahan.

Sehari setelah kejadian berdarah itu, Tim gabungan Unit Reskrim Polsek Makassar dibackup Unit Resmob Polda Sulsel berhasi meringkus Mawang tanpa perlawanan.

Kini Mawang harus kebali merasakan hidup di balik jeruji besi dengan ancaman masa hukuman yang cukup lama, bahkan kemungkinan mendapat hukuman mati.

(Askay Khan)

BAGIKAN:
Comments

Trending