Dewan dan PTSP Makassar Bersitegang Soal Aturan Penjualan Minol di Mall | Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Dewan dan PTSP Makassar Bersitegang Soal Aturan Penjualan Minol di Mall

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Rapat pembahasan penutupan penjualan bebas minuman beralkohol (minol) di beberapa mall di Makassar oleh anggota Komisi A DPRD Makassar dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), dan Satpol PP Kota Makassar berjalan alot.

Rapat yang digelar di ruang komisi A DPRD Makassar itu, Kamis (13/2/2020) sedikit diwarnai ketegangan karena kedua belah pihak tidak sejalan dengan penjabaran pasal-pasal dalam perda yamg mengatur tentang minol.

“Ada dua izin yang saya keluarkan, yaitu izin usaha kafe dan izin minuman beralkohol dan itu harus dipisahkan. Izin kafe adalah izin usaha, suatu usaha,” kata Andi Bukti Djufri, Kadis PTSP Kota Makassar dihadapan anggota Komisi A.

“Izin minol adalah izin minum di tempat dan itu dibenarkan oleh perda. Kita harus melihat semua perda-perda yang berkaitan (minol). Kami tidak berani mengeluarkan izin tanpa ada dasar yang kuat,” sambungnya.

Dalam Perda Nomor 4 Tahun 2014 disebutkan, namun tidak dijabarkan secara detail tentang lokasi-lokasi penjualan minol. DalamBab V, penjualan minol dituliskan hanya di Hotel, Bar, Diskotik, Karaoke dan PUB sesuai UU Kepariwisataan. Sementara Mall sendiri tak diatur.

Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Supratman menjelaskan, bahwa sikap dari Dewan sendiri sangat jelas, yaitu menginginkan agar penjualan minol di mall segera dihentikan.

Ia menilai bahwa hal ini tentunya telah melanggar Perda nomor 4 tahun 2014 itu, dimana mall sendiri tidak termasuk tempat yang diporbehkan untuk menjual minol.

“Kami pastinya bersikap terus, itu kami minta untuk ditutup,” tegas legislator NasDem itu.

alterntif text

Baca Juga : Meski Kantongi Izin, Dewan Desak Tenant Miras di Mall Pipo dan TSM Ditutup!

Terkait perda minol, kata dia, tidak ada untuk penjualan di mall, lantaran pusat perbelanjaan juga dikunjungi ibu-ibu dan anak kecil itu.

“Kalau izin kafe kita tidak permasalahkan,” jelas Politisi NasDem itu.

Penolakan penjualan minol di mall juga ditentang keras oleh Wakil Ketua Komisi A, Nunung Dasniar dimana dinilai akan berdampak sangat buruk bagi generasi sekarang dan kedepan.

“Komisi A bersikeras agar tempat itu segera di tutup dan tidak boleh lagi ada di mall yang menjual miras,” tegas Nunung.

Dia juga mengingatkan pemerintah kota segera menyelesaikan masalah ini agar tidak tersebar di organisasi masyarakat (Ormas) atau organisasi keagamaan yang juga menolak penjualan minol.

“Apabila masalah ini sampai ke telinga ormas maka akan panjang persoalanya bisa-bisa mall tersebut akan di tutup,” terangnya.

Sementara Kepala Disperindag Kota Makassar, Andi Muhammad Yasir masih berat mengabulkan keinginan Dewan terkait pelarangan penjualan miras di mall. Pihaknya berdalih tidak bisa mengambil keputusan lantaran tidak adanya perwakilan secara formal dari Pj Wali Kota Makassar dalam RDP ini.

“Keinginan dari DPRD itu ingin menghilangkan penjualan di mall dan saya ini tidak mewakili walikota,” ucapnya usai rapat.

Saat ini kata dia hanya menunggu instruksi terlebih dahulu dari Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb untuk mengambil keputusan penutupan tersebut.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Comments

Trending