Pengusaha Hiburan Di Makassar Ancam PTUN-kan Perda Minol - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Pengusaha Hiburan di Makassar Ancam PTUN-kan Perda Minol

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Usaha Hiburan Malam (AUHM) Kota Makassar, mengaku bingung dengan banyaknya peraturan daerah (perda) tentang penjualan minuman beralkohol (minol).

Hal itu disampaikan Ketua AUHM, Zulkarnaen Ali Naru saat hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antar pihak Pemerintah Kota Makassar, Komisi A DPRD Makassar dan Pengusaha Hiburan Makassar, di ruangan Banggar DPRD Makassar, Kamis (20/2/2020).

“Terkait regulasi perizinan itukan tumpang tindih. Perda Pariwisata mengatur radius, sementara Perda Minol tidak satupun (radius),” ujar Zul sapaan akrabnya.

“Pariwisata punya Perda yah urusannya Perda Pariwisata. Dinas perdagangan punya Perda yah urusannya Dinas Perdagangan. Perda Pariwisata mengurus radius Perda Perdagangan tidak ada radius,” sambungnya.

Banyaknya aturan yang mengatur penualan minol, dianggap Zul, membuat pegusaha kebingungan.

Baca Juga : Dewan dan PTSP Makassar Bersitegang Soal Aturan Penjualan Minol di Mall

alterntif text

Dalam Peraturan Presiden (Perpres), kata dia, telah termuat aturan terkait penjualan minol. Semetara dalam hirarki peraturan perundang-undangan disebut Perpres jauh lebih tinggi dibanding dengan Perda itu sendiri.

“Dalam hirarki perundang-undangan itukan jelas ketentuan Perpres itu lebih tinggi. Jadi harus mengikuti Perpres. Jadi kalau ada yang mengatakan Perda itu lebih tinggi berarti harus di pertanyakan,” jelasnya.

Zul mengaku akan melanjutkan masalah ini ke ranah hukum, yakni PTUN untuk menguji perda-perda tersebut.

Sementara Ketua Komisi A DPRD Makassar, Supratman tetap sejalan dengan perda-perda yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Makassar.

“Di Makassar itu ada regulasi khusus yang kita buat itu terkait otonomi daerah bahwa harus mengambil izin tempat. Dan semua izin yang keluar, baik dari Kementerian, itu harus ada tembusan dari Pemkot Makassar, karena terkait dengan regulasi tempatnya yang kita butuhkan. Kita ikut aturan saja,” tegas Supratman.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending