Menerawang Keabsahan "Rekomendasi" DP dan None di Pilwalkot Makassar 2020 - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Menerawang Keabsahan “Rekomendasi” DP dan None di Pilwalkot Makassar 2020

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Perhelatan Pilkada Serentak 2020 di Sulsel semakin dekat. Sejumlah partai politik (parpol) telah mengeluarkan surat rekomendasi pencalonan kepala daerah.

Di Pilkada Makassar, dua kandidat wali kota telah mengantongi rekomendasi parpol, masing-masing Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto (DP) dari NasDem dan Irman Yasin Limpo atau None dari PAN.

Banyak pertanyaan muncul di tengah publik, apakah surat rekomendasi itu sudah bersifat final?

Mantan Ketua KPU Makassar, Nurmal Idrus menjelaskan, menilik ketentuan dalam Undang-undang No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada dan PKPU 18 tahun 2019 tentang Pencalonan Pilkada, maka rekomendasi yang didapat kedua figur tersebut, masih berupan model surat tugas.

Di KPU, kata menugaskan itu tak dikenal tetapi yang diakui MEREKOMENDASIKAN

alterntif text

“Kalimat di surat itu menyebutkan kata MENUGASKAN, itu tidak dikenal di KPU tetapi yang diakui rekomendasi. Selain itu, dalam regulasi pencalonan ke KPU itu lampiran model B1-KWK dimana lampiran itu adalah rekomendasi resmi DPP Parpol yang wajib menyebut nama pasangan calon. Sementara di rekomendasi yang keluar kemarin masih satu nama,” terang Nurmal.

Direktur Nurani Strategic itu menambahkan, dalam regulasi yang sama juga disebutkan bahwa rekomendasi yang akan diterima KPU adalah yang telah mendapat pengesahan dari ketua umum dan sekretaris jenderal (sekjen) parpol.

“Rekomendasi yang diterima keduanya kan masih diteken oleh ketua desk pilkada masing-masing dan hanya menyebut satu nama bukan paslon,” terangnya lagi.

Menurut Nurmal, bahwa rekomendasi yang dikeluarkan kedua partai masih berpeluang berubah dan hal tersebut dinilainya sesuatu yang lumrah dalam politik.

“Dalam politik tak ada yang tak bisa, termasuk posisi rekomendasi pencalonan. Wilayah politik adalah wilayah abu-abu dan dimana penghianatan atas komitmen adalah hal yang lumrah,” ucapnya.

(**)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending