GERBANG ILMU, Inovasi Baru SD Negeri Borong - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Komunitas

GERBANG ILMU, Inovasi Baru SD Negeri Borong

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Untuk memperkuat Gerakan Literasi Sekolah, SD Negeri Borong, Makassar, mengembangkan GERBANG ILMU. GERBANG ILMU merupakan akronim dari Gerakan Membaca Riang Tiga Halaman Buku. Maksudnya, anak-anak diperbiasakan membaca buku minimal 3 halaman setiap hari ketika berada di sekolah.

“GERBANG ILMU ini merupakan inovasi kami untuk memperjelas apa yang selama ini dilakukan karena capaiannya lebih terukur,” jelas Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, Kepala SD Negeri Borong, Senin (24/2/2020).

Program ini mulai dilaksanakan pada pekan lalu (17/2/2020), setelah sebelumnya disosialisasikan pada guru-guru di sekolah yang berada di Kecamatan Manggala itu, pada Kamis, 13 Februari 2020. Pustakawan SD Negeri Borong, Saparuddin Numa, S.I.P, mengatakan penamaan GERBANG ILMU ini sangat tepat karena pembiasaan membaca buku itu memang akan jadi gerbang bagi siapa saja untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.

Rusdin Tompo, saat sosialisasi GERBANG ILMU kepada guru-guru mengatakan, program ini selain bertujuan untuk membiasakan membaca buku setiap hari, juga untuk mengidentifikasi kemampuan membaca peserta didik, melakukan pemetaan kesukaan anak-anak pada ragam jenis bacaan, dan bagian dari pengembangan kreativitas sudut baca yang ada di setiap kelas.

“Melalui program ini kita juga mencoba menghidupkan buku dalam imajinasi dan aktivitas anak-anak,” papar Rusdin yang di SD Negeri Borong merupakan fasilitator ekstrakurikuler kegiatan literasi.

Metode yang dikembangkan dalam program GERBANG ILMU ini cukup beragam. Anak-anak tak hanya diminta membaca tapi juga membuat kaligrafi/meletter, menggambar, mencari quote yang menarik, bercerita, dan menuliskan apa yang mereka pahami dari bacaannya.

Neny Wahyuni Wahab S.Pd, guru wali kelas 1B, mengaku murid-muridnya cukup antusias membaca meski belum semua siswa membawa buku sendiri dari rumahnya.

Guru kelas diberi keleluasaan untuk mengatur sendiri alokasi waktu membaca murid-muridnya. Ada yang mengajak murid-muridnya membaca sebelum pelajaran dimulai, tapi ada juga yang menjelang pulang sekolah. Jika anak-anak tidak membawa buku sendiri dari rumahnya, mereka bisa meminjamnya dari perpustakaan sekolah.

alterntif text

Tema buku yang dibaca anak-anak rupanya cukup beragam. Seperti yang diperlihatkan Andi Tiwi. Murid kelas 4B itu, membaca buku berjudul “Dru dan Kisah Lima Kerajaan”, karya Clara Ng. Lain lagi dengan Andi Manda. Ia menunjukkan buku yang dibacanya, berjudul “Dongeng Anak Muslim”, karya Ust. Lukman Hakim, S.Ag. Manda mengaku tidak menemui kesulitan saat membaca. Dia senang membaca karena gambarnya bagus. Murid kelas 4B itu sudah membaca hingga 49 halaman. Dia menandai bacaannya dengan selembar sobekan kertas yang bertuliskan namanya.

Program GERBANG ILMU ini mendorong anak-anak ke perpustakaan. Pada Sabtu, 22 Fabruari 2020, misalnya, beberapa murid dari kelas 3A terlihat meminjam buku. Mereka dilayani dengan baik oleh pustakawan sekolah. Akram meminjam buku berjudul “Mengenal Kisah-kisah Teladan untuk Anak Muslim”, Katanya, dia memilih buku ini karena sampul bukunya menarik. Alif memilih buku tentang ilmu pengetahuan berjudul, “Why The Sea”. Dia mengaku ini peminjaman buku yang kedua.

“Sudah dua mi buku yang saya pinjam,” kata Alif dalam logat Makassar.

Lain lagi dengan Akbar, yang meski datang ke perpustakaan hari itu, tapi dia tidak melakukan peminjaman. Dia memperlihatkan buku yang sedang dibacanya berjudul, “1000+ Bencana Terburuk di Dunia”. Akbar mengaku, sudah membaca setengah halaman buku dari buku setebal 159 halaman tersebut.

Respons orang tua murid terhadap program ini terbilang baik. Ibu Hatijah, yang menemani anaknya, Adnan, murid kelas 3A, mengatakan kegiatan ini sangat bagus bagi anak-anak. Karena bisa membuat anak-anak yang tadinya kurang lancar membaca semakin lancar bacaannya.

Setelah tahap sosialisasi dan implementasi, akan ada tahap evaluasi untuk melihat sejauh mana efektifitas program GERBANG ILMU ini dalam pelaksanaannya. Hendriati Sabir berharap, inovasi ini bisa memotivasi murid-muridnya untuk gemar membaca.

(*)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending