Resmi Ditutup, Tak Ada Paslon Wali Kota Makassar Lolos Syarat Perseorangan - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Politik

Resmi Ditutup, Tak Ada Paslon Wali Kota Makassar Lolos Syarat Perseorangan

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar resmi menutup jadwal penyerahan berkas dukungan paslon perseorangan, Minggu (24/2/2020) dini hari. Dalam tahapan ini, tak satupun berkas dukungan paslon yang dinyatakan lolos.

Penyerahan syarat dukungan perseorangan di Pilwalkot Makassar 2020-2025 itu resmi ditutup pada pukul 24.00 Wita.

Ketua KPU Kota Makassar, Farid Wajdi mengatakan, pihaknya telah membuka pendaftaran selama 5 hari, dimulai sejak 19 Februari lalu.

“Secara umum, kami ingin sampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada pendaftaran syarat dukungan di kota Makassar,” ucap Farid ditemui di Hotel Claro, dini hari.

Diketahui, sejak dibuka pendaftaran ada tujuh paslon yang telah mengambil akun dan user Silon KPU Makassar.

alterntif text

Satu paslon, yakni Andi Budi Pawawoi (ABP) dan Idham Amiruddin datang menyerahkan syarat dukungan, namun dinyatakan belum memenuhi syarat.

ABP hadir bersama dengan puluhan timnya sekitar pukul 11.50 Wita, membawa B1 KWK dokumen syarat dukungan sebanyak 31 box, namun oleh KPU ditolak lantaran dokumen persyaratan lain seperti B1.1 KWK (Rekap Dukungan Kelurahan), B.2 KWK (Rekap Sebaran), dan B1. 2 KWK (Faktar Integritas) tidak bisa dipenuhi.

“Secara regulasi kami tidak bisa menerima dokumen ini dikarenakan B1.1 KWK, B.2, dan B1.2 KWK tidak bisa dipenuhi. Diatur dalam PKPU Nomor 18 Tahun 2019. Tidak ada serah terima dokumen, ini bukan penolakan,” jelas Fahrdi, Ketua KPU Makassar.

Usai prosesi serah terima dokumen, ABP langsung meninggalkan lokasi. Adapun alasan tim ABP tidak bisa memenuhi semua persyatan tersebut dikarenakan sebagian dokumen syarat dukungan masih sementara diekspor masuk ke unser Silon.

“Masih sadang diekspor file-nya yang telah diimpor lagi ke Silon ofline. Di sana sementara saya kumpulkan dari komputer ke komputer. Nanti setelah saya kumpulkan baru saya impor, totalnya saya tidak tahu tapi data yang kami miliki itu sesuai fisik,” kata salah satu Tim ABP.

(Isak Pasabuan/Erik)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending