Cegah Kebocoran, Dewan Dukung Penerapan Parkir Berbayar Elektronik - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Cegah Kebocoran, Dewan Dukung Penerapan Parkir Berbayar Elektronik

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Upaya penerapan parkir sistem berbayar elektronik di beberapa wilayah Kota Makassar oleh Perusahaan Daerah (PD) Parkir ikut didorong oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar.

Anggota Komisi B DPRD Makassar, Mario David mengatakan akan memaksimalkan upaya penerpan parkir elektronik guna mengurangi adanya kebocoran anggaran. Dimana, potensi kebocoran retribusi parkir itu didasari empat faktor.

Mulai dari penarikan retribusi pajak parkir yang dilakukan oleh juru parkir (jukir) masuk ke pengawas yang mengambil setoran dari jukir. Kemudian yang ketiga kata Mario ada setoran yang masuk di ormas-ormas yang dimana bertindak sebagai keamanan dan yang terakhir retribusi itu masuk di Direksi PD Parkir selaku pengelola parkir.

“Oleh karenaya kalau cash (sistem non-tunai) dari jukir langsung masuk ke khas kantornya (PD Parkir) dan kita bisa melihat nanti (transparansi). Kita sudah memotong tiga, berarti tinggal satu kebocoranya, sisah Direksinya, nah nanti kita evaluasi Direksinya tiap tiga bulan,” kata Mario saat ditemui di gedung DPRD Makassar, Selasa (25/2/2020).

Bahkan kata Politisi NasDem itu, pihaknya akan mendorong parkiran berlangganan. Yaitu dengan mengeluarkan satu kartu eleltronik yang dimana tiap tahunnya dibayar oleh pengguna kartu.

“Bahkan saya mendorong parkir berlangganan. Keluarkan satu kartu, nanti kita bayar tiap tahun, jadi kaya ATM (kartu) nati sisa itu dibawa kemana-mama,” ucapnya.

Adanya penolakan dari sejumlah juru parkir terkait penerapan parkir elektronik juga disebut Mario akan dibicarakan pada tanggal 6 Maret nanti dalam rapat dengan pihak PD Parkir dan Aliansi Jukir Makassar.

Untuk wilayah pemasangam alat parkir eqlektronik sendiri Mario berharap bisa diterapkan di seluruh wilayah di Makassar, hanya saja kata dia butuh waktu dan harus bertahap.

“Seluruh kota tapi mungkin bertahap
Dari tahun pertama dari sumber pusat bisnis, seperti Boulevard, Pengayoman, Metro, Perintis, Penghibur, Veteran. Jalan-jalan besae, sudah itu berkembangmi,” tutupnya.

(Isak Pasbuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending