Bocah Pengemis Tidur Di Aspal Simpang Tiga Pettarani-Boulverad Bikin Miris - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Bocah Pengemis Tidur di Aspal Simpang Tiga Pettarani-Boulverad Bikin Miris

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Sebuah video menayangkan seorang bocah laki-lki tidur di balik separator jalan simpang tiga Jalan AP Pettarani dan Jalan Boulevard mendadak jadi perhatian warganet.

Video bocah yang diduga pengemis itu tertidur pulas beralaskan aspal itu diupload di Instagram @info_kejadian_makassar, Sabtu (1/2/2020). Video itu diambil pada malam hari dan nampak arus lalu lintas sudah mulai terlihat sepi.

Sejauh ini upaya pemerintah dalam penanganan gembel dan pengemis (Gepeng) oleh Pemkot Makassar, dinilai belum berjalan efektif.
Faktanya, Gepeng masih banyak terlihat memenuhi perempatan jalan di kota Makassar.

Melihat kejadian tersebut, Ketua Komisi D DPRD Makassar bidang Kesejahteraan Masyarakat, Abdul Wahab Tahir mengaku sedih dan merasa tragis. Maka dari itu ia menyampaikan agar pihak pemerintah kota segera turun tangan menyelesaikan masalah gepeng ini.

“Menyedihkan dan tragis. Harusnya pemkot dalam hal ini dinsos bergerak cepat cari info tentang anak tersebut,” pesan Wahab lewat pesan WhatsAap, Minggu (1/3/2020).

Kejadian seperti ini juga disebut politisi Golkar itu sesegera mungkin diselesaikan Dinas Sosial Kota Makassar. Tidak menunggu hingga berlarut-larut.

alterntif text

Dinas Sosial diharap bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat kota Makassar. Selain itu pihak Dinsos juga diharap terbuka dan tanggap dalam menerima laporan dari masyarakat.

“Kami berharap Dinsos Makassar segera bergerak mencari tau soal anak yang tidur dijalan. Pemkot harus berikan pelayanan kalau memang anak itu kategori tidak mampu atau terlantar,” pinta Wahab.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kota Makassar, Tenri A. Palallo juga mengaku sedih. Ia menyarankan agar masyarakat yang melihat kejadian seperti dalam video yang lagi viral itu langsung dibawa ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar. 

“Sedih sekali, harusnya orang yang lewat dan lihat, langsung ambil dan antarkan ke Jl. Anggrek No. 11 (kantor P2TP2A). Sama-sama melindungi anak,” ucap Tenri.

Persoalan anak disebut Tenri masuk dalam wilayah kerja Dinas Sosial Kota Makassar. Namun untuk mempercepat penaganan masalah seperti yang terjadi maka ia akan mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi.

“Sebentar saya minta TRC cek lagi. Sebenarnya kalau anak-anak seperti urusannya Dinsos, dari pada tunjuk-tunjuk lebih baik malam saya minta TRC cekki,” tutupnya.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending