Polisi Bongkar Jaringan Narkoba Di Makassar, Sabu 1,8 Kg Gagal Beredar - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

NEWS

Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Makassar, Sabu 1,8 Kg Gagal Beredar

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar kembali mengamankan tiga tersangka pengedar narkotika jenis sabu seberat 1.8 kilo gram (kg).

Pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Diary Astetika.

Kapolrestabes Kota Makassar, Kombes Pol. Yudhiawan Wibisono menyampaikan, proses penangkapan pelaku dilakukan di tempat berbeda selama dua hari proses penyelidikan.

“Jadi TKP yang pertama, Senin (2/3), anggota mobile dan melihat gerak – gerik yang mencurigan dari tersangka pertama, yaitu lelaki MF (33) di Jalan Adiakasa, dan anggota menemukan barang bukti berupa sabu seberat kurang lebih 800 gram,” kata Kombes Yudhi saat jumpa pers Mapolrestabes Makassar, Rabu (4/3/2020) siang.

Dalam keterangannya, MF mengaku barang bukti tersebut adalah miliknya yang ia dapat dari lelaki berinisial MS (45) yang selanjutnya menjadi tersangka kedua.

“Setelah pengembangan, dihari yang sama anggota langsung menangkap lelaki MS di Jalan Bumi Karsa, Makassar, dan kembali mengamankan sabu seberta 1 Kg, ini (Salim) merupakan gudang dan kurir yang telah mengantarkan 1 paket sabu ke tersangka MF,” jelasnya.

alterntif text

Dari pengembangan lanjutan, pihak kembali mengamankan satu tersangka lagi, yakni SE di Jalan Perintis Kemerdekaan Km. 16, Makassar pada hari Selasa (3/3/2020). SE diringkus saat hemdak mengambil sabu dari tersangka MF. Sabu itu rencananya akan diedarkan di wilayah Sulawesi Tenggara (Sulteng).

Kombes Yudhi mengatakan, pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengetahui asal narkoba yang dikuasai para tersangka.

“Tidak sampai sini, kami akan mencari pemasoknya, tapi jika dilihat dari pembungkusnya, narkoba ini diduga dari China yang mungkin dikirim melalui bandara atau pelabuhan,” sambungnya.

Dalam kasus ini, polisi menjerat tiga tersangka dengan ancaman maksimal seumur hidup atau pidana penjara minimal 5 tahun, dan paling lama 20 tahun penjara dan denda minimal Rp800 juta atau maksimal Rp8 miliiar ditambah 1/3 (sepertiga), sesuai pasal 112 (2), pasal 114 (2) Jo pasal 132 (1) UU No. 35 tahun 2014 tentang narkotika.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending