Dewan Setujui Anggaran Pengadaan 1 Juta Masker untuk Warga Makassar - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Dewan Setujui Anggaran Pengadaan 1 Juta Masker untuk Warga Makassar

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar, Abdul Wahab Tahir mengatakan telah melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait, membahas dan menyetujui anggaran penanganan Covid-19 untuk dicairkan hari ini, Jumat (27/3/2020).

Rapat lewat aplikasi zoom, pada Kamis malam kemarin disebut ikut dihadiri oleh sejumlah anggota dewan Komisi D dan unsur Pimpinan DPRD bersama Sekda Makassar, M Ansar, Kadis Kesehatan, Naisyah Tun Azikin, Kadis Sosial, Muhtar Tahir, Kepala BPBD, Muh Rusli, dan Camat Mariso, Harun Rani.

“Insya Allah hari ini (Jumat) dana tanggap darurat akan cair pada Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar. Soal berapa jumlahnya Isya Allah sebentar malam kami akan tau secara pasti,” Kata Wahab lewat pesan WhatsApp.

Dana yang dimaksudkan tersebut adalah dana darurat yang bisa segera dibelanjakan dalam penangulangan melawan virus Corona atau Covid-19.

Adapun peruntukan dana tersebut adalah untuk keperluan tenaga medis seperti, Alat Pelndung Diri (APD), Rapid Test, pengadaan masker untuk warga Kota Makassar, alat pengukur suhu, dan kantong jenazah. Sementara BPBD akan menggelontorkan dana tanggap darurat bencana untuk pembelian APD bagi pengurus, pemandi jenazah dan penggali kubur, alat penyemprot Disinfektan beserta cairannya.

“Difokuskan pada pembelian Rapid Tes dan APD untuk seluruh tenaga medis yang ada di Kota Makassar dan Puskesmas, pengadaan 1 juta masker untuk masyarakat Kota Makassar,” ungkapnya.

Wahab menyebut, upaya terakhir yang harus dilakukan Pemerintah Kota Makassar saat korban virus covid-19 terus bertambah dan masyarakat Makassar tak patuh untuk tinggal di rumah adalah melakukan lock down.

alterntif text

Selain Wahab, Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar, Fatma Wahyuddin juga meminta agar Dinas Sosial menganggarkan logistik kepada masyarakat yang mendapatkan, terutama dalam menyiapkan dapur umum dan memberikan bahan pokok sembako untuk masyarakat.

“Kebutuhan untuk Dinsos terkait dengan APD itu sendiri terkhusus kepada pemandi jenazah karena melihat dan mendengar laporan masyarakat adanya kasus yang terjadi di kecamatan mariso, ada pemandi jenazah korban virus corona yang sementara dalam pengawasan dinas kesehatan,” jelas Fatma.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Makassar, M Ansar selaku perwakilan dai Pemerintah Kota Makassar mengatakan tanggap darurat ini akan terus dipantau hingga tanggal 31 maret kedepan.

“Insya Allah apa yang kita inginkan soal pendanaan bisa semua. Misalnya setiap kecamatan kita akan mendrop alat penyemprot, ini dibutuhkan karena banyak permintaan dari masyarakat,” tuturnya.

Jika masih terjadi kondisi darurat, kata Ansar, maka Pemkot Makassar kembali mengeluarkan kebijakan agar seluruh pegawai dan anak sekolah bekerja dan belajar di rumah sampai kondisi stabil.

“Tapi semoga kondisi segera pulih dan kami semua dapat betaktivitas seprti biasa. Meskipun sudah dilakukan pencegahan tapi belum massif secara keseluruhan, insya Allah lewat BPBD akan mendrop semua kecamatan,” jelas Ansar.

Sebelumnya, Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menyampaikan besaran anggaran kontijensi atau dana tak terduga dalam menghadapi penanganan virus corona sekitar 30 milliar khusus untuk Kota Makassar.

“Tapi itu anggaran tergantung nanti proposal dan kebutuhan kita, entah apa itu (30 millyar) kurang atau tidak semua terpakai tergantung dari kebutuhan,” kata Iqbal kepada wartawan yang sedang live, Selasa (24/3/2020).

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending