Polda Sulsel Tegaskan Tetap Bubarkan Orang Kumpul - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Polda Sulsel Tegaskan Tetap Bubarkan Orang Kumpul

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel menegaskan tetap melakukan pembubaran terhadap warga yang ditemukan berkumpul di tempat-tempat umum.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo yang dimintai tanggapan terkait 8 Perintah Kapolri, pasca penetapan Kepres Darutat Corona oleh Presiden Joko Widodo, belum lama ini.

Ibrahim mengatakan, sejak awal ditetapkan Darurat Kesehatan dan diikuti dengan terbitnya maklumat Kapolri, maka sejak itu juga Kapolda Sulsel mulai turun ke masyarakat melakukan sosialisasi.

Dimana dalam tindakan yang dilakulan itu ada beberapa tahapan, mulai memberikan imbauan, sosialisasi hingga pada tindakan akhir yaitu pembubaran.

“Sudah kelihatan kan, sudah sering dilaksanakan di daerah-daerah (pembubaran). Situasi yang ada saat ini itu sudah berusaha di optimalkan. Jadi mengoptimalkan progres yang sudah kita jalankan dari kemarin,” kata Kombes Ibrahim Tompo saat di wawancara, Kamis (2/4/2020).

Pada prinsipnya, disebut Polisi akan berupaya meminimalkan adanya perkumpulan orang dengan tujuan untuk memutus rantai peyebaran virus covid-19. Seperti pernikahan, acara keagamaan dan kegiatan yang bersifat kumpul-kumpul lainnya.

“Pokonya ada masyarakat yang berkumpul dan mempunyai kerawanan untuk menyebarkan penyakit itu kita bubarkan itu kita tegas,” ucapnya.

“Kan sosialisais itu sudah di jalankan dan maklumat semuakan sudah tersebar. Masyarakat sudah paham sepenuhnya kalaupun ada kegiatan langsung kita bubarkan, penyakit itu tidak menunggu waktu,” tambahnya.

Untuk mudik sendiri, dikatakan tidak akan dilakukan pembatasan secara umum melainnkan berusaha memahamkan masyarakat agar tidak kembali melaksanakan mudik itu.

alterntif text

“Ini yang merupakan kerawanan, makanya itu akan ada pendekatan pendekatan jalan, melakukan imbauan imbauan, kita sudah mulai dari sekarang,”

Terkait pidananya sendiri dikatakan itu dilakukan apabila ada yang melawan petugas dalam melaksanakan tugasnya.

Namun meski demikian, dalam surat maklumat itu, Kapolri tetap mengimbau kepada bawahanya untuk memperhatikan hal-hal berikut:

1. Tidak mengganggu kegiatan perekonomian. Tetap memberikan kesempatan orang berusaha dengan memperhatikan aturan kesehatan,

2. Sedini mungkin mengetahui rencana kegiatan masyarakat sehingga dicegah lebih awal, guna meminimalisir pembubaran pada saat acara Tengah/Sedang berlangsung,

3. Himbauan tidak mudik denga memberdayakan/mengedepankan toga (tokoh agama)/todat (tokoh adat masyarakat yang berpengaruh (influencer),

4. Menjamin distribusi, ketersediaan den stabilitas harga barang pokok,

5. Senantiasa siap mendukung Penuh setiap langkah pemerintah pusat dalam penanggulangan Covid 19,

6. Selalu melakukan koordinasi dengan Kabaharkam Polri (selaku Kasatgas Arnan Nusa ll) dan As Ops Kapolri dalam mengambil kebijakan dutingkat kewilayahan,

7. Bpk Wakapoln mengkoordmasnkan para PJU sesuai tupoksi,

8. PJU terkait memberikan arahan kepada jajaran sesuai dengan peran yang mengacu kepada UU no 6 tahun 2018, termasuk SOP tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan. (SOP) Para Kapolda, Kapolres sampai dengan Kapolsek, Dalam melakukan kegiatan agar berkoordinasi dengan Pemda, TNI dan Satkeholder lainnya, serta mengajak tomas/toga/dan tokoh pemuda.

Laksanakan tindakan ini dengan penuh ketegasan namun tetap mengedepankan sikap humanis serta menjunjung tinggi kesopanan dan kearifan lokal.

(Isak Pasabuan)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending