Keluarga PDP Di Makassar Mengamuk, Tolak Protokol Pemakaman Corona - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Sulsel

Keluarga PDP di Makassar Mengamuk, Tolak Protokol Pemakaman Corona

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Keluarga seorang dalam status Pasien Dalam Perawatan (PDP) Covid-19 atau virus Corona meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Stella Maris, Jalan Penghibur, kota Makassar, Sulsel Sabtu (4/4/2020), pagi tadi. Proses pemakaman jenazah diwarnai penolakan dari pihak keluarga, lantaran
menggunakan protokol penanganan standar WHO.

Keributan terjadi saat Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulsel hendak mengantar jenazah menggunakan ambulans ke Pemakaman Macanda Kabupaten Gowa, Sulsel. Pihak keluarga memaksa mengambil alih proses pemakaman dan membantah jika keluarganya itu telah terinfeksi virus Corona

“Pukul 9.40 Wita, keluarga menolak jika korban meninggal karena Covid-19, dan pihak keluarga merasa jika korban meninggal karena sakit yang diderita sudah 2 tahun lalu dengan riwayat Gula. Almarhum dirawat di RS Stella Maris sejak 23 Maret 2020,” kata Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhae dalam rilis laporan yang dikirim ke Makassartoday.com.

alterntif text

“Tim Gugus berkordinasi dengan keluarga korban untuk diambil alih agar mengikuti standar WHO, namun pihak keluarga menolak, dengan alasan bahwa korban meninggal karna penyakit Gula dan sampai saat ini belum ada hasil resmi (tes Covid-19),” tambahnya.

Namun karena mengingat keselamatan dan pencegahan penyebaran virus Covid-19 yang terus meningkat di Sulsel maka sejumlah pihak keamanan pun ikut digerakan. Terlihat satu pleton anggota TNI dari Raider 700 berjaga depan pintu IGD Stella Maris guna untuk antisipasi keluarga korban yang hendak mengambil jenazah almarhum.

Adapun rombongan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulsel yang mengantar jenazah ke tempat pemakaman, yakni 1 unit mobil Camar 709, 1 unit Brigade mobile, 2 unit mobil Gugus Tugas Covid-19 Sulsel, dan 2 unit mobil truck Raider 700.

Adapun indentitas jenazah adalah diketahui berjenis kelamin laki-laki, umur 63 tahun dan bekerja sebagai buruh bangunan.

(**)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending