Penanganan Kasus Kekerasan Jurnalis Setengah Hati? LBH Bakal Surati Mabes Polri - Makassar Today
Connect with us
alterntif text

Hukum & Kriminal

Penanganan Kasus Kekerasan Jurnalis Setengah Hati? LBH Bakal Surati Mabes Polri

Published

on

Makassartoday.com, Makassar – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengisyaratkan akan membuat laporan ke Mabes Polri, terkait penanganan kasus dugaan kekerasan jurnalis di Makassar.

Langkah itu akan ditempuh, jika penyidik Polda Sulsel, setengah hati mengusut kasus kekerasan yang dialami tiga jurnalis saat menjalankan tugas liputan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar,.pada 24 September 2019 sekitar pukul 16.00 Wita.

“Jika mereka setengah hati, maka kami akan melakukan upaya hukum salah satunya bersurat ke Propam Mabes Polri. itu nantinya untuk mengawasi kasus ini (kekerasan jurnalis),” ujar Direktur LBH Pers Fajriani Langgeng, Senin (6/4/2020).

Selain langkah di atas, Fajri menyebutkan bahwa Kapolda mestinya mengawal kasus ini sampai dilimpahkan ke pengadilan.

Salah satu hal tindakan penyidik yang dianggap tidak serius menangani kasus ini adalah, sebuah surat panggilan saksi pada wartawan atas nama Muh. Rusdi dinilai kedaluwarsa, yakni, Senin 23 Maret 2020, yang baru diterima pihaknya.

“Apakah ini indikasi penyidik Polda tidak serius, sekadar memenuhi tugas atau mungkin setengah hati usut kasus ini? ini jelas penyidik Polda tidak profesional,” tegas Fajri.

alterntif text

Sebelumnya, tiga jurnalis mendapat kekerasan aparat keamanan saat pembubaran massa aksi yang menolak sejumlah kebijakan yakni revisi Undang-undang KPK, Rancangan Undang-undang KUHP, RUU Pertanahan serta RUU Pemasyarakatan dan sejumlah lainya yang tidak pro terhadap rakyat, pada 24 September 2019, lalu.

Ketiga jurnalis tersebut masing-masing M Darwin Fatir dari LKBN Kantor Berita Antara, Isak Pasabuan dari MakassarToday.com dan M Saiful dari Inikata.com.

Korban M Darwin Fatir sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan akibat pengeroyokan oknum aparat keamanan karena mengalami luka bocor di bagian kepala kiri belakang, tangan lebam hingga mengalami sakit di sekujur badannya akibat pukulan dan tendangan dari oknum di depan kantor DPRD Sulsel.

Sementara M Saiful mengalami luka serius pada bagian pipi atas berdekatan dengan mata kirinya diduga terkena pentungan oknum aparat keamanan saat itu berada di sekitaran bawah jembatan layang atau Fly Over jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Sedangkan Isak Pasabuan mengalami pemukulan dan mendapat perlakuan kasar hingga dihalang-halangi saat mengambil gambar ketika aparat melakukan dan dugaan kekerasan terhadap mahasiswa di pos security showroom Motor Hyundai Jalan Urip Sumoharjo.

(Erianto)

BAGIKAN:
Advertisement
Comments

Trending